10 Peran Manajer Dalam Organisasi Yang Perlu Kamu Ketahui | Anyabila

10 Peran Manajer Dalam Organisasi Yang Perlu Kamu Ketahui

Manajer merupakan pemimpin sekelompok staf dalam perusahaan, peran manajer dalam organisasi adalah sebagai pengawas dan pengarah. Artinya, jika ada anggota organisasi yang melenceng dari tujuan perusahaan, manajer perlu mengarahkannya kembali dan mengawasi anggota tersebut.

Tetapi, bukan hanya itu saja peran dari seorang manajer.

Menurut pakar yaitu Henry Mintzberg, manajer memiliki setidaknya 10 peran dalam berorganisasi.

Henry Mintzberg, merupakan seorang peneliti manajemen terkemuka, melakukan penelitian untuk mencari tahu apa sebenarnya tugas atau tanggung jawab seorang manajer.

Pada 1916 Henri Fayol pertama kali memberikan definisi tentang manajer dan kemudian mengenai apa peran manajer dalam organisasi.

Henry Mintzberg ingin mengetahui apakah peran manajer yang sudah berusia 50 tahun masih relevan di tahun 60an dan 70an. Sehingga dia melakukan penelitian berdasarkan metode observasi terstruktur.

Untuk ini, Henry Mintzberg mengamati kegiatan harian lima eksekutif selama periode satu minggu.

Mereka semua berasal dari 5 organisasi yang berbeda yaitu: perusahaan konsultan, sekolah, perusahaan teknologi, produsen barang-barang konsumen dan rumah sakit.

Kemudian, Henry Mintzberg menganalisa semua yang aktivitas yang mereka lakukan dan menyimpulan terdapat 10 peran yang harus seorang manajer miliki.

10 Peran Manajer Dalam Organisasi

Dalam laporan penelitian yang berjudul “MANAGERIAL WORK: ANALYSIS FROM OBSERVATION” , Henry Mintzberg mengatakan bahwa apa yang dilakukan manajer paling baik digambarkan dengan melihat peran yang mereka mainkan di tempat kerja.

peran manajer dalam organisasi menurut henry
Gambar 1. 10 peran manajer menurut henry Mintzberg

Dia mengidentifikasi 10 peran manajer dalam organisasi dan mengkategorikannya menjadi 3 kategori, yaitu:

  1. Interpersonal
  2. Informasi
  3. Pengambilan keputusan
Baca Juga:  Manajemen Personalia: Pengertian, Fungsi, Perbedaan Dengan MSDM
KategoriPeran
InterpersonalPanutan (figurehead)
Pemimpin (leader)
Penghubung (liaison)
InformasiPemantau (monitor)
Penyebar (disseminator)
Juru bicara (spokesperson)
Pengambil KeputusanPengusaha (enterpreneur)
Penanganan masalah (disturbance handler)
Pengalokasi sumber daya (resource allocator)
Negosiator (Negotiator)
Tabel 1. Peran manajer dalam organisasi

Peran Interpersonal

Dalam kategori ini, peran manajer melibatkan penyediaan informasi dan ide.

Kategori interpersonal terdiri dari peran sebagai panutan, pemimpin, dan penghubung.

Peran manajer dalam organisasi sebagai pemimpin, panutan dan penghubung
Gambar 2. Peran manajer dalam organisasi sebagai pemimpin, panutan dan penghubung

1. Panutan (Figurehead)

Sebagai seorang manajer, kamu akan memiliki tanggung jawab sosial, seremonial, dan legal. Sehingga, kamu harus menjadi sumber inspirasi. Orang-orang memandang kamu sebagai orang yang memiliki otoritas dan sebagai role model.

Sehingga ketika seorang manajer memiliki kedisiplinan yang tinggi, anggota organisasi lainnya pun akan mengikuti.

Namun, tidak dalam ruang lingkup kedisiplinan saja. Bahkan jika kualitas ouput pekerjaan seorang manajer terus baik, anggota pun akan beradaptasi untuk terus menyaingi.

2. Pemimpin (Leader)

Seorang manajer harus menunjukan sikap sebagai seorag pemimpin untuk anggota tim, departemen, atau mungkin seluruh organisasi. Sehingga, manajer dapat mengelola kinerja dan tanggung jawab semua orang dalam grup.

Manajer yang dapat memimpin organisasinya akan membuat organisasi cepat berkembang dan semakin dekat menggapai tujuan. Hal tersebut karena, manajer akan terus mengarahkan dan mengawasi tiap anggotanya agar tidak melenceng dari tujuan perusahaan.

Sosok pemimpin pun akan membuat tiap anggota merasa tenang berada dibawah kepemimpinannya.

Hal tersebut karena, anggota organisasi akan merasa tenang karena memilik sosok yang dapat mereka andalkan dan mereka percayai.

Tentunya, tidak semua manajer adalah seorang pemimpin. Kamu harus mengetahui Perbedaan Pemimpin dan Manajer Perusahaan ! Bosmu yang mana ?.

3. Penghubung (liaison)

Manajer harus dapat berkomunikasi dengan pihak internal dan eksternal.

Sehingga seorang manajer harus dapat menjadi penghubung komunikasi kepada seluruh anggota organisasi dan kepada pihak luar seperti pemasok.

Baca Juga:  Manajemen Waktu : Pengertian, Tujuan, Proyek, dan Contoh

Seorang manajer harus terus membangun jaringan dan relasi. Sehingga organisasi dapat dengan mudah bekerja sama, baik dengan pihak internal atau pun eksternal.

Peran Informasi

Peran manajerial dalam kategori ini melibatkan pemrosesan informasi.

Kategori informasi ini terdiri dari peran pengawas, penyebar dan juru bicara.

Peran manajer sebagai juru bicara, penyebar informasi dan pengawas
Gambar 3. Peran manajer sebagai juru bicara, penyebar informasi dan pengawas

1. Pengawas (Monitoring)

Dalam peran ini, manajer secara teratur mencari informasi yang terkait dengan organisasi dan industri, mencari perubahan yang relevan di lingkungan, dan mengawasi kinerja dari para anggota organisasi.

Manajer harus mengetahui kondisi lingkungan internal dan eksternal. Misalnya manajer pemasaran harus mengetahui kondisi pasar.

Tentunya hal tersebut agar manajer dapat mengantisipasi jika adanya sebuah ancaman atau melakukan inovasi jika terdapat peluang.

Selain itu, manajer harus mengawasi kinerja anggota organisi baik dari segi produktifitas bahkan hingga kesejahteraan mereka. Hal ini perlu manajer lakukan agar para anggota organisasi terus berada pada jalur yang organisasi harapkan.

2. Penyebar (disseminator)

Setelah seorang manajer mengawasi dan mendapatkan informasi yang bermanfaat bagi timnya. Seorang manajer harus dapat menyebarkan informasi tersebut.

Tentunya jika informasi tersebut berguna bagi divisi lain, manajer tersebut perlu menginfokan juga.

Sehingga manajer harus menjadi sosok yang menyebarkan informasi berguna bagi kemajuan organisasinya.

3. Juru bicara (spokesperson)

Manajer harus dapat mewakili dan berbicara atas nama organisasi. Terlebih ketika berkomunikasi dengan pihak luar seperti pihak yang akan kita ajak bekerjasama. Misalnya kepada pemasok dan maklon.

Tentunya, setelah menjadi juru bicara dan mendapatkan informasi. Manajer harus segera menyebarkan informasi tersebut kepada organisasi.

Peran Pengambil Keputusan

Peran manajerial dalam kategori ini melibatkan penggunaan informasi.

kategori pengambilan keputusan terdiri dari pengusaha, pengambilan keputusan, pengalokasian sumber daya dan negosiator.

peran sebagai negotiator
Gambar 4. Peran manajer sebagai negotiator

1. Pengusaha (entrepreneur)

Maksud dari manajer harus memiliki peran pengusaha adalah seorang manajer harus membuat dan mengendalikan perubahan dalam organisasi. Oleh karena itu, manajer dapat menyelesaikan masalah, menghasilkan ide-ide baru, dan mengimplementasikannya.

Baca Juga:  Contoh Perencanaan SDM dalam Perusahaan Teknologi

2. Penanganan masalah (disturbance handler)

Ketika organisasi mendapatkan masalah tak terduga, manajerlah yang harus mengambil peran. Sehingga manajer perlu membantu menengahi perselisihan.

Seorang manajer harus dapat memberikan solusi berdasarkan data atau pengalamannya. Kemudian, ia pun dapat memberikan tindakan pencegahan atau aksi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Oleh karena itu, seorang manajer harus mempunyai kemampuan untuk menganalisa permasalahan.

3. Pengalokasi sumber daya (resource allocator)

Manajer memiliki peran sebagai pihak yang menentukan dimana sumber daya organisasi paling baik diterapkan. hal ini mencakup pengalokasian dana, penugasan staf dan sumber daya organisasi lainnya.

Misalnya seorang manajer perlu mempertimbangkan fasilitas apa yang perlu organisasi beli terlebih dahulu dan memberikan dampak baik bagi organisasi.

Atau, seorang manajer harus mengetahui staf mana yang bisa ia alihfungsikan ke divisi lain.

4. Negosiator (Negotiator)

Manajer harus mempunyai kemampuan sebagai negosiator bagi organisasinya.

Misalnya seorang manajer pembelian harus dapat menegosiasi harga beli bahan material kepada para pemasok.

Tentunya kemampuan ini ia manfaatkan untuk kepentingan organisasi bukan untuk kepentingan pribadi.

Kesimpulan – Peran Manajer Dalam Organisasi

Seorang manajer bukan hanya memiliki peran sebagai pengawas dan pengarah organisasi saja. Mereka juga memiliki setidaknya 10 peran lainnya.

Peran tersebut antara lain sebagai pemimpin, role model, penyebar informasi, bahkan hingga menjadi seorang negosiator.

Sehingga tanggung jawab seorang manajer pun cukup berat, dan mungkin tidak semua manajer dapat menerapkan ke-10 peran yang ada.

2 Replies to “10 Peran Manajer Dalam Organisasi Yang Perlu Kamu Ketahui

Leave a Reply

Your email address will not be published.