3C Dalam Pemasaran: Faktor Penentu Posisi Strategis Perusahaan | Anyabila

3C Dalam Pemasaran: Faktor Penentu Posisi Strategis Perusahaan

Strategi perusahaan untuk mendapatkan laba salah satunya adalah marketing mix, yaitu strategi yang menentukan produk yang akan perusahaan jual beserta harga, cara penjualan dan promosi. Selain itu juga kalian akan menerapkan strategi STP yaitu segmentasi, targeting dan positioning. Yang mana segmentasi untuk menentukan pelanggan, targeting mengerucutkan pelanggan dan positioning bagaimana kita menempatkan produk di pasar yang sesuai. Untuk mendapatkan positioning yang tepat, perusahaan harus mengetahui faktor-faktor penunjang keberhasilan tersebut. Salah satunya dengan mengetahui 3C dalam pemasaran.

Lalu apa 3C dalam pemasaran ? mari kita bahas.

Penjelasan 3C Dalam Pemasaran

3C Dalam Pemasaran

3C atau Customer (Pelanggan), Competiton (Persaingan) dan Company (Perusahaan), adalah tiga faktor yang penting untuk penentuan posisi strategis di pasar. Perusahaan harus selalu memperhatikan dan menyadari ketiga area tersebut. Hal ini harus selalu dipantau menanggapi perubahan dan untuk bertindak tepat waktu.

1. Customer (Pelanggan)

Pelanggan adalah kelompok sasaran yang perusahaan targetkan untuk menjual produk-produknya. Selain itu, Perusahaan harus mengetahui seberapa besar pasar penjualan dan bagaimana Perusahaan itu akan berkembang di masa depan. Artinya, berapa banyak konsumen yang tertarik dengan produk atau mungkin yang akan tertarik. Kemudian mengetahui, Mengapa pelanggan memilih produk tersebut.

Oleh karena itu, untuk menjaga pelanggan, hal penting yang harus perusahaan miliki adalah ide. Untuk menciptakan loyalitas pelanggan atau loyalitas merek, sebuah Perusahaan harus terus-menerus menyesuaiakan dengan keinginan pelanggan.

2. Competition (Persaingan)

Sebuah perusahaan yang harus meneliti para pesaing langsung atau tidak langsung. Sehingga, sangat penting untuk menentukan strategi dan cara persaigan. Setiap perusahaan harus mengetahui:

Apa yang membedakan produk/ layanan mereka sehingga lebih baik daripada kita ?

Pada akhirnya perusahaan akan memutuskan, apa perlunya inovasi baru untuk menghadapi persaingan atau tidak melakukan apa-apa terhadap pesaing yang tidak lebih baik dari dirinya.

3. Company (Perusahaan)

Hal ini mencakup tujuan serta kekuatan dan kelemahan perusahaan. Oleh karena itu, untuk terus meningkatkan, perusahaan harus terus mencari peluang untuk perbaikan dan optimisasi pada produk/ layanannya sendiri.

Ketika kita mengetahui 3C tersebut, perusahaan dapat dengan mudah menentukan positioning yang paling berpotensi untuk produk atau jasa yang mereka tawarkan.

Tinggalkan Balasan