4 Jenis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Indonesia | Anyabila

4 Jenis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Indonesia

Laporan keuangan tidak hanya dimiliki oleh perusahaan saja sebagai aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis. Tetapi, laporan keuangan juga dimiliki oleh pemerintah daerah. Bahkan menurut UU pasal 32 nomor 17 tahun 2003 tentang keuangan negara yang menyebutkan bahwa isi bentuk laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD dalam penyajiannya harus sesuai dengan standar akuntansi pemerintah (SAP). Pada artikel ini kita akan membahas mengenai 4 Jenis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

Setiap pemerintah pun wajib Menyusun laporan keuangan. Karena, laporan keuangan pemerintah daerah (LKPD) akan memberikan sebuah gambaran kondisi dan kinerja keuangan entitas tersebut. Laporan keuangan pada instansi pemerintah sama halnya dengan perusahaan pada umumnya terdapat beberapa jenis laporan. Dibawah ini merupakan jenis-jenis dari laporan keuangan pemerintah daerah.

4 Jenis Laporan Keuangan Daerah

  1. Laporan Realisasi Anggaran

Laporan realisasi anggaran atau biasa disingkat dengan LRA merupakan laporan keuangan yang berisikan informasi ikhtisar sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah daerah itu sendiri. LRA terdapat unsur-unsur didalamnya berupa :

  • Pendapatan LRA yaitu pendapatan yang diterima oleh bendahara umum dimana yang menambah saldo anggaran lebih dari waktu 1 tahun menjadi hak pemerintah.
  • Belanja yaitu semua pengeluaran oleh bendahara umum yang mengurangi saldo anggaran sebelumnya dalam waktu satu tahun dan pembayaranya tidak diperoleh lagi oleh pemerintah
  • Transfer yaitu pengeluaran atau penerimaan uang dari entitas pelaporan kepada entitas pelaporan lain
  • Pembiayaan (financing) yaitu penerimaan atau pengeluaran yang sama sekali tidak berpengaruh dari kekayaan bersih entitas yang perlu dibayar atau tidak diterima lagi. 
  1. Laporan Keuangan Perubahan Saldo Anggaran Lebih

Jenis laporan keuangan pemerintah daerah selanjutnya adalah SAL atau saldo anggaran lebih. SAL adalah laporan keuangan pemerintah yang menyajikan hasil kenaikan atau penurunan saldo anggaran lebih dari tahun pelaporan dibandingkan laporan tahun sebelumnya. Laporan saldo anggaran lebih pun sudah diatur dalam PP nomor 71 tahun 2010. Yang mana pada laporan ini tersaji secara komprehensif sesuai dengan aturan tersebut.

  1. Laporan Operasional

Sama halnya dengan laporan anggaran sebelumnya dimana laporan ini terdapat beberapa unsur penting yaitu pendapatan, beban, transfer dan pos luar biasa yang berarti laporan ini menyajikan sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaanya yang sedang dikelola oleh pemerintah sebagai kegiatan penyelenggaraan pemerintah dalam satu periode laporan. 

  1. Neraca

Neraca tidak hanya ada dalam laporan keuangan perusahaan saja, neraca juga dibutuhkan untuk laporan keuangan daerah, yang memberikan sebuah gambaran tentang aset, kewajiban dan ekuitas di tanggal tertentu. Terdapat 3 unsur penting dalam laporan ini yakni 

  • Aset, merupakan sumber daya ekonomi yang pegang oleh pemerintah atau kuasai pemerintah akibat dari peristiwa masa lalu
  • Kewajiban yaitu hutang akibat masa lalu tersebut yang mengakibatkan aliran keluar sumber daya ekonomi pemerintah
  • Ekuitas ialah kekayaan bersih yang dimiliki pemerintah. 

Tinggalkan Balasan