5 Tingkatan Produk dan Contohnya Manajemen Pemasaran | Anyabila

5 Tingkatan Produk dan Contohnya Manajemen Pemasaran

Rajamanajemen.com – Dalam dunia pemasaran, sebuah produk yang dapat berupa fisik atau jasa mempunyai 5 tingkatan produk berdasarkan klasifikasi nilai (kegunaan) terhadap pelanggan. 5 Tingkatan produk ini dikemukakan oleh Philip Kotler dalam bukunya yaitu Manajemen Pemasaran edisi ke 15.

Apa itu Produk ?

Menurut ahli pemasaran philip kotler, produk adalah sesuatu yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen yang dapat menciptakan nilai kepuasan pelanggan. Sehingga produk bukan saja barang atau jasa. Akan tetapi definisi produk lebih luas termasuk didalamnya layanan konsumen sebagai bagian dari produk.

Penjelasan 5 Tingkatan Produk

Lima tingkatan produk terdiri dari:

  1. Nilai manfaat inti (Core benefit)
  2. Produk dasar/ umum (Basic product)
  3. Produk ekspetasi/ harapan (expected product)
  4. Nilai tambah produk (Augmented product)
  5. Produk berpotensi (potential product)
contoh 5 tingkatan produk

1. Nilai Manfaat Inti (Core Benefit)

Hal ini berkaitan dengan manfaat paling dasar dari produk/ jasa tersebut. Contohnya adalah restoran cepat saji, maka nilai manfaat intinya adalah memberikan makanan yang cepat tanpa lama menunggu.

Contoh lainnya adalah mobil, Apa inti produknya adalah sebuah mobil ? Tentu BUKAN. Inti produk dari mobil adalah manfaatnya seperti kenyamanan dan kemudahan pergi ke tempat yang kamu suka kapan pun kamu mau. Manfaat inti lainnya adalah kecepatan karena kamu dapat berkeliling dengan relatif cepat.

2. Produk Dasar/ Umum (Basic Product)

Produk dasar adalah komponen-komponen yang mendasari produk itu ada sehingga berfungsi seperti nilai inti manfaat.

Contohnya adalah restoran cepat saji. Maka produk dasarnya adalah burger, ayam goreng, dll.

3. Produk Ekspetasi/ Harapan (Expected Product)

Produk ekspetasi adalah komponen produk yang diharapkan ada ketika membeli suatu produk.

Contohnya adalah ketika kita membeli produk di restoran cepat saji, mereka mengharapkan adanya WiFi, ruangan yang rapi, dan toilet yang bersih.

4. Nilai Tambahan Produk (Augmented Product)

Nilai tambahan produk adalah nilai yang menjadikannya berbeda daripada kompetitor seperti pelayan dan garansi.

Contohnya adalah garansi uang kembali jika produk yang disajikan oleh restoran cepat saji memakan waktu lebih dari 5 menit.

5. Produk Berpotensi (Potential Product)

Produk berpotensi adalah semua komponen yang nantinya akan terus membuat konsumen merasa puas. Sehigga hal ini dapat diartikan sebagai improvisasi penjualan pada masa mendatang. Baik dari segi produk atau pun layanan.

Contohnya adalah pada restoran cepat saji akan ada fasilitas kolam renang untuk para pengunjung atau ada fasilitas permainan anak. Sehingga dengan adanya perkembangan ini, restoran cepat saji akan terus membuat pelanggan menjadi nyaman dan merasa selalu terpuaskan.

Baca juga:
1. Lagkah melakukan analisa STP produk
2. Cara Melakukan analisa SWOT

Contoh 5 Tingkatan Produk Hotel dan Bengkel

5 tingkatan produk bengkel dan hotel

Fauzi mempunyai sebuah hotel di area Jakarta dengan fasilitas 200 kamar hotel yang siap menampung para pengunjung. Selain itu, fasilitas didalam kamar pun tidak kalah hebat. Setiap kamar diberikan air humidifier agar udara yang ada selalu terjaga bersih dan higienis, WiFi, dll.

Selain itu, di lantai ke 7 terdapat fasilitas kolam renang dan cafe khusus pengunjung. Bagi pengunjung yang tidak nyaman berada di hotel Fauzi akan diberikan jaminan uang kembali. Tak kalah hebatnya, hotel milik Fauzi ini selalu berinovasi terhadap pelayanan.

Maka 5 tingkatan produk terhadap hotel sebagai berikut:

  1. Nilai manfaat inti (Core benefit) adalah tempat istirahat pengunjung
  2. Produk dasar/ umum (Basic product) adalah kasur, ruangan, bantal, dan kamar mandi.
  3. Produk ekspetasi/ harapan (expected product) adalah WiFI, air humidifier.
  4. Nilai tambah produk (Augmented product) adalah garansi uang kembali
  5. Produk berpotensi (potential product) adalah selalu melakukan inovasi pada pelayanan.

Contoh 5 Tingkatan Produk Bengkel

Ira mempunyai sebuah bengkel di jalan surya kencana Bogor. Di mana tenaga ahli dan perlengkapan maupun aksesoris dari bengkel tersebut sangatlah lengkap. Hebatnya, para pengunjung yang menunggu motor atau mobilnya diperbaiki mendapatkan snack dan minuman gratis.

Selain itu, mereka mempunyai ruang tunggu yang nyaman dan juga dilengkapi WiFi. Bengkel Ira juga memiliki garansi untuk pelayanan mereka, misalnya jika motor yang kita perbaiki tidak optimal atau ditemukan cacat setelahnya, siap-siap mendapatkan uang kembali dan jasa servis gratis loh.

Mereka pun selalu meningkatkan layanan mereka demi para pelanggan setia agar selalu terpuaskan.

Maka 5 tingkatan produk terhadap bengkel sebagai berikut:

  1. Nilai manfaat inti (Core benefit) adalah tempat perbaikan motor dan mobil.
  2. Produk dasar/ umum (Basic product) adalah jasa servis dan sparepart.
  3. Produk ekspetasi/ harapan (expected product) adalah kenyamanan ruang tunggu dan WiFi.
  4. Nilai tambah produk (Augmented product) adalah snack dan garansi uang kembali serta jasa servis gratis.
  5. Produk berpotensi (potential product) adalah selalu melakukan inovasi pada pelayanan.

Kesimpulan – 5 Tingkatan Produk dan Contohnya Manajemen Pemasaran

Lima tingkatan produk adalah suatu nilai jual terhadap pelanggan yang mana tujuannya agar tercapai kepuasaan pelanggan. Sehingga dalam penciptaan produk/ jasa ke-5 tingkatan ini perlu ada agar terciptanya bisnis yang terus berkesinambungan atau bertahan lama.

Lima tingkatan produk ini terdiri dari :

  1. Nilai manfaat inti (Core benefit) yaitu manfaat utama produk
  2. Produk dasar/ umum (Basic product) yaitu bentuk dasar produk
  3. Produk ekspetasi/ harapan (expected product) yaitu nilai harapan terhadap produk
  4. Nilai tambah produk (Augmented product) yaitu nilai tambahan produk seperti garansi
  5. Produk berpotensi (potential product) yaitu potensi produk untuk masa depan

2 Replies to “5 Tingkatan Produk dan Contohnya Manajemen Pemasaran

Tinggalkan Balasan