Analisis PESTEL: Metode Analisa Pasar Eksternal Beserta Contohnya | Anyabila

Analisis PESTEL: Metode Analisa Pasar Eksternal Beserta Contohnya

Analisis PESTEL adalah bagian dari analisa faktor eksternal pasar yang termasuk dalam analisa ancaman dan peluang, analisa ini bertujuan untuk mengetahui sebesar apa peluang atau ancaman pasar yang ada pada wilayah tempat produk tersebut.

Pengertian Analisis PESTEL

Analisis PESTEL (Politic, Economic, Social, Technology, Envirotment, and Legal) adalah analisa yang mengidentifikasi kekuatan makro (eksternal) yang akan mengancam atau memberikan peluang kepada suatu organisasi atau perusahaan. Termasuk faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan dan hukum.

Sehingga, analisa ini bergantung pada perusahaan itu sendiri terhadap lingkungannya.

Dalam pemasaran, analisa situasional sangat penting sebelum melakukan strategi pemasaran atau taktik lainnya. Analisa PESTEL merupakan salah satu cara untuk melakukan analisa situasional tersebut.

manfaat dari analisis pestel-untuk-kelangsungan perusahaan
Gambar 1. manfaat analisa PESTEL

Perusahaan yang berhasil memantau dan menanggapi perubahan dalam lingkungan makro mampu membedakan dan menciptakan keunggulan yang kompetitif dari pada pesaing. Hasil dari analisa PESTEL adalah sebagai acuan dari analisa kelemahan dan ancaman pada analisa SWOT.

Analisis Pestel merupakan tambahan yang lebih lengkap dari analisis PEST. Hal tersebut karena analisis PEST belum mencakup faktor lingkungan dan hukum.

Analisis PEST adalah analisis terhadap faktor lingkungan eksternal bisnis yang meliputi bidang politik, ekonomi,sosial dan teknologi.

Menurut Ward dan Peppard (2002, 70-72)

Apa Analisis PESTEL ?

Analisa PESTEL adalah analisa lingkungan makro yang terdiri dari:

  1. Faktor politik
  2. Ekonomi
  3. Sosial
  4. Teknologi
  5. Lingkungan
  6. Faktor hukum

1. Faktor Politik

Faktor politik pada analisa PESTEL melihat bagaimana dan sampai sejauh mana campur tangan pemerintah dalam kegiatan perekonomian. Hal tersebut dapat mencakup kebijakan pemerintah, stabilitas politik atau ketidakstabilan di pasar luar negeri, kebijakan perdagangan luar negeri, kebijakan pajak, undang-undang ketenagakerjaan, hukum lingkungan, pembatasan perdagangan dan sebagainya.

Sehingga faktor-faktor politik berdampak pada perusahaan/pelaku bisnis dan bagaimana mereka melakukan bisnis. Perusahaan/ Pelaku bisnis harus dapat menanggapi undang-undang saat ini dan yang akan datang, dan menyesuaikan kebijakan pemasarannya.

faktor politik akan mempengaruhi perilaku pembelian
Gambar 2. faktor politik akan mempengaruhi perilaku pembelian

Contoh analisis PESTEL dari faktor politik

Adanya virus covid 19 ini menimbulkan banyak masalah yang sulit teratasi, apalagi jika kita melihat pada bagaimana virus ini sangat cepat berkembang.

Tentu saja hal ini berdampak besar pada perekonomian, salah satunya pemerintah harus membatasi kegiatan impor dari negara yang paling banyak tercemar virus ini.

Contohnya adalah pembatasan impor pangan produk susu susuan dari China.

Sebab adanya kebijakan tersebut banyak perusahaan pangan yang mengandalkan pasokan produk/ bahan susu susuan dari china harus segera mencari alternatif bahan dan bahkan hingga menimbulkan potensi tidak dapat melakukan produksi.

Akibatnya perusahaan merugi dan banyaknya perusahaan yang me’rumah’kan karyawannya.

2. Faktor Ekonomi

Faktor-faktor ekonomi memiliki dampak signifikan pada bagaimana suatu perusahaan/ pelaku bisnis melakukan bisnis dan juga seberapa menguntungkan mereka. faktor ekonomi termasuk – pertumbuhan ekonomi, suku bunga, nilai tukar, inflasi, pendapatan konsumen dan bisnis dan sebagainya.

Faktor-faktor ini selanjutnya dapat kita pecah menjadi faktor makro-ekonomi dan mikro-ekonomi.

Kemudian, faktor ekonomi makro berhubungan dengan manajemen permintaan dalam setiap ekonomi. Sehingga, pemerintah menggunakan kontrol suku bunga, kebijakan perpajakan dan pengeluaran pemerintah sebagai mekanisme utama yang mereka gunakan untuk ini.

Sedangkan faktor mikro-ekonomi berhubungan dengan cara orang membelanjakan pendapatannya. Hal ini memiliki dampak yang sangat besar pada organisasi B2C khususnya.

3. Faktor Sosial

Faktor sosial juga dikenal sebagai faktor sosial-budaya. Faktor-faktor ini termasuk – pertumbuhan populasi, usia, kesadaran kesehatan, karier dan sebagainya.

Faktor-faktor ini sangat menarik karena mereka memiliki efek langsung pada bagaimana pemasar memahami konsumen dan apa yang mendorong mereka tertarik akan suatu produk

4. Faktor Teknologi

Teknologi adalah sesuatu yang kerap kali berubah dan hal ini akan sangat berdampak pada cara seorang pemasar/ pelaku bisnis melakukan penjualan. Faktor teknologi memengaruhi pemasaran dan manajemennya dalam tiga cara berbeda:

  • Cara baru menghasilkan barang dan jasa.
  • Cara baru mendistribusikan barang dan jasa.
  • Cara-cara baru berkomunikasi dengan target pasar.

5. Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan berhubungan dengan meningkatnya kelangkaan bahan baku dan polusi. Lingkungan dan pemasaran terhubung di mana pemasaran dapat mempengaruhi lingkungan ketika melayani konsumen dengan produk dan layanan yang ada.

Sehingga akan adanya tekanan dari pemerintah dan orang-orang untuk mengurangi limbah yang dihasilkan.

6. Faktor Hukum

Faktor hukum meliputi – kesehatan dan keselamatan, peluang yang setara, standar periklanan, hak dan hukum konsumen, pelabelan produk dan keamanan produk. Jelas bahwa perusahaan/ pemasar perlu mengetahui apa yang legal dan apa yang tidak legal agar dapat berdagang dengan sukses.

Jika suatu perusahaan berdagang secara internasional, hal ini menjadi bidang yang sangat sulit untuk dilakukan karena setiap negara memiliki aturan dan peraturan sendiri.

Contoh analisis PESTEL dari faktor hukum

contoh analisa pestel faktor hukum
Gambar 3. Akibat melanggar regulasi negara ekspor

Regulasi setiap negara berbeda-beda, termasuk regulasi dari bahan apa saja yang diizinkan untuk ada pada produk yang kita jual. Misalnya adalah negara kita membolehkan MSG sebagai bahan baku makanan. Akan tetapi negara Jepang melarag MSG (Ini hanya permisalan ya).

Apa yang terjadi ketika kita melakukan ekspor produk ke negara tersebut ? yang mana produk kita mengandung MSG.

Hal yang mungkin terjadi adalah produk tersebut akan tertahan di negara tersebut dan kemungkinan akan dimusnahkan. Tentu saja hal tersebut akan membuat banyak kerugian pada perusahaan.

Baca juga:
1. Cara melakukan analisa SWOT
2. langkah melakukan analisa STP

Contoh Analisis Pestel Carrefour (Bisnis Retail)

Analisis Pestel Carrefour

Menurut data dari wikipedia, Carrefour adalah perusahaan ritel terbesar ke-dua setelah Wal Mart. Yang dibuka pertama kali pada 3 Juni 1957 (sumber: Wikipedia). Hingga saat ini Carrefour menjadi salah satu pilihan utama keluarga untuk berbelanja kebutuhan rumah tangga. Tapi disituasi wabah COVID 19 ini, bagaimana keadaan carrefour ? apakah bisa menghadapi situasi pasar saat ini ?. Mari kita coba analisis eksternal PESTEL.

Jawaban Analisa PESTEL

Faktor Politik

Bukan rahasia lagi jika keadaan politik di Indonesia masih panas. Walaupun pilpres sudah usai, namun masalah politik di area internal masih saja gaduh. Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi bisnis ritel, tak terkecuali carrefour. Dengan adanya wabah ini, tidak ada jaminan pemerintah dapat memberikan kebijakan yang dapat segera meningkatkan daya beli masyarakat.

Faktor Ekonomi

Adanya wabah COVID 19 menyebabkan banyaknya perusahaan khususnya start up ke bawah mengalami gulung tikar. Akibatnya PHK massal terjadi dimana-mana. Menurut kementerian ketenagakerjaan sekitar 2 juta orang terkena PHK dan dirumahkan. Hal ini tentu secara signifikan menurunkan daya beli masyarakat.

Faktor Sosial

Faktor sosial masyarakat akibat wabah corona menyebabkan sisi positif terhadap pribadi yaitu lebih menjaga kesehatan dan berhati-hati. Namun, hal ini justru menjadi negatif terhadap bisnis ritel. Yaitu, dikarenakan sifat kehati-hatian dan kebijakan social distancing menyebabkan bisnis riteil lesu pembeli.

Faktor Teknologi

Dengan pesatnya pertumbuhan digital dan adanya wabah corona, menggeser secara paksa penjualan offline menjadi online. Hal ini membuat bisnis retail offline menjadi kurang diminati. Akan tetapi hal ini juga menjadi peluang besar bagi bisnis retail untuk melakukan inovasi dalam penjualan online. Carrefour salah satunya. Mereka meluncurkan layanan pesan antar  Home Delivery (THD) yang dapat diakses melalui website. Sehingga konsumen akan menerima pesanan mereka dirumah.

Faktor Lingkungan

Yes, analisis faktor lingkungan ini pun sama. Lagi-lagi karena wabah corona menyebabkan hampir semua sektor bisnis menjadi lesu hingga gulug tikar.

Faktor Hukum

Bisnis retail mendapatkan kemudahan dalam pendiriannya. Sebelumnya pendirian toko ritel harus memenuhi syarat Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), dan Peraturan Zonasi. Namun, dalam revisi Peraturan Presiden (Perpres) no. 112 tahun 2007 tentang penataan, pembinaan padar tradisional, pusat perbelanjaan, dan toko modern aturan tersebut ditiadakan. Hanya saja dikarenakan wabah corona walaupun mendapatkan kemudahan dari segi hukum, tapi jika daya beli masyarakat menurun hal ini tetap akan menyusahkan bisnis retail.

Kesimpulan – Analisis PESTEL dan Contohnya

Analisis PESTEL adalah analisa yang sangat penting dilakukan para pelaku bisnis khususnya bagi perusahaan yang baru terjun dan tidak mengetahui kondisi pasar dilapangan (misalnya ketika menjual produk ke luar negeri alias perusahaan ekspor) sehingga hal tersebut dapat meminimalisir tingkat kegagalan produk/layanan atau pun menghilangkan kerugian besar yang mungkin terjadi.

Tinggalkan Balasan