Audit Pemasaran: Fungsi, Tujuan, Manfaat Terlengkap | Anyabila

Audit Pemasaran: Fungsi, Tujuan, Manfaat Terlengkap

Audit yang fokus pada divisi pemasaran disebut audit pemasaran yang mana merupakan pengujian mendasar dari proses perencanaan pemasaran. Audit dilakukan pada seluruh proses yang terlibat dalam sebuah produksi dan perusahaan.

Agar sebuah perusahaan terus berjalan secara sistematis dan efektif, perlu adanya pengujian pada internal perusahaan. Sehingga output yang ada oleh perusahaan baik dari produk atau jasa dan pelayannya selalu menyelaraskan dengan keinginan pelanggan.

Oleh sebab itu, perlu adanya pengujian pada seluruh proses baik dari segi dokumen maupun proses yakni perusahaan perlu melakukan audit.

Pengertian Audit Pemasaran

Audit pemasaran adalah pengujian komprehensif, sistematis, analisis, evaluasi dan interpretasi dari lingkungan bisnis (baik internal maupun eksternal), dimana audit pemasaran mampu menemukan masalah dan peluang agar mendapatkan rencana tindakan efektif yang meningkatkan kinerja penjualan perusahaan.

Pengujian ini mempertimbangkan pengaruh internal dan eksternal pada perencanaan pemasaran, serta tinjauan terhadap rencana itu sendiri.

Melakukan audit pemasaran karena penjualan buruk
Gambar 1. Melakukan audit pemasaran karena penjualan buruk

Audit pemasaran memiliki 2 cara yaitu:

  1. Secara keseluruhan atau Horizontal, yang mana analisis audit ini terhadap semua fungsi dari departemen pemasaran. Namun, audit ini akan memerlukan dana yang cukup besar dan waktu yang cukup lama. Tetapi hasil output audit ini akan lebih mewakili keseluruhan masalah yang ada di perusahaan tersebut.
  2. Secara fungsional atau vertikal, yang mana analisa audit ini pada beberapa dari departemen penjualan. Audit ini akan meyesuaikan dana yang ada di perusahaan dan waktu yang relatif cepat. Hanya saja, audit ini tidak akan sepenuhnya mewakili keseluruhan masalah yang ada pada perusahaan. Sehingga jika melakukan audit ini perlu adanya analisa secara internal oleh internal perusahaan itu sendiri sebelum memutuskan bagian departemen mana yang akan di audit.

Siapa Yang Melakukan Audit ?

Audit umumnya dilakukan oleh orang ke-tiga, bukan dari pihak perusahaan. Walaupun terkadang sebelum ada audit dari pihak ke-tiga, bagian QA akan melakukan simulasi audit terlebih dahulu. Hal tersebut dilakukan agar meminimalisir temuan oleh pihak ke-tiga.

Audit dibagi menjadi 2 tipe, yaitu audit internal dan audit eksternal.

  1. Internal dilakukan pada aspek internal perusahaan atau semua komponen yang dapat dikendalikan oleh perusahaan secara langsung.
    Misalnya sumber daya manusia, material, mesin, modal, dan pasar.
  2. Eksternal dilakukan pada aspek eksternal perusahaan atau semua komponen yang berada diluar perusahaan yang berdampak secara tidak langsung terhadap perusahaan.
    Misalnya yang termasuk faktor eksternal adalah hukum, politik, dsb.

Untuk mengetahui secara jelas aspek apa saja yang berada di lingkungan internal dan eksternal perusahaan yang perlu kita lakukan audit, pelajari Lingkungan Pemasaran: Internal, Eksternal, Mikro dan Makro LENGKAP.

Perusahaan yang melakukan audit harus mengingat hal-hal berikut:

  1. Komprehensif/ Menyeluruh, yaitu harus mencakup semua bidang pemasaran.
  2. Sistematis/ Teratur, analisis dan evaluasi tertib dari lingkungan mikro & makro, prinsip-prinsip pemasaran, tujuan, strategi, dan operasi lain perusahaan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kinerja pemasaran perusahaan.
  3. Independen, meskipun kita dapat melakukan audit sendiri, hasil terbaik umumnya datang dari auditor eksternal karena mereka dapat memberi Anda gambaran independen tentang strategi Anda saat ini. Auditor eksternal menawarkan perspektif baru dan pandangan baru untuk bisnis Anda.
  4. Periodik/ Berulang, Audit harus berkala misalnya 3 bulanan. Walaupun umumnya, perusahaan melakukan audit ketika beberapa masalah muncul dalam operasi pemasaran. Tetapi disarankan untuk melakukan audit dalam waktu periodik sehingga masalah itu dapat diperbaiki pada sumbernya.

Tujuan Audit Pemasaran

Hal utama yang menjadi tujuan dari audit ini adalah untuk mencari strategi pemasaran yang selalu selaras dengan keinginan pelanggan yang dinamis dan untuk memperbaiki kinerja perusahaan tersebut. Selain itu, audit membuat perusahaan tetap terhubung dengan tujuannya yaitu menghasilkan output yang sesuai dengan keinginan pelanggan dan menghasilkan profit.

Yang perlu kita garis bawahi, keinginan pelanggan bergerak secara dinamis. Oleh karena itu, strategi pemasaran bahkan hingga produk yang perusahaan hasilkan harus terus mengikuti perubahan tersebut.

tujuan audit pemasaran untuk memperbaiki cara berjualan
Gambar 2. Tujuan audit pemasaran untuk memperbaiki cara berjualan

Misalnya dengan berkembangnya industri 4.0 membuat pelanggan banyak yang melakukan pembelian secara online. Kita sebagai pemasar tidak mungkin terus mengandalkan penjualan offline yang mulai mereka tinggalkan. Kita perlu melakukan perubahan.

Pada saat itu lah, audit ini akan sangat kita perlukan.

Kita perlu mengecek faktor internal perusahaan apa kah sudah bisa menghadapi era 4.0 ini.

Oleh karena itu, kita perlu melakukan audit sehingga perusahaan dapat mengetahui kesiapan dan hal apa saja yang perlu kita perbaiki untuk menghadapi era 4.0 tersebut.

Aspek Saat Audit Pemasaran

1. Lingkungan makro

faktor politik akan mempengaruhi perilaku pembelian
Gambar 3. Situasi politik mempengaruhi penjualan

Mencakup semua faktor di luar perusahaan yang memengaruhi kinerja pemasaran. Faktor-faktor ini adalah Demografis, Ekonomi, Lingkungan, Politik, dan Budaya.

Misalnya pada faktor politik ketika terjadi wabah corona.

Adanya sebuah peraturan baru untuk tidak melakukan kegiatan impor barang semua produk yang mengandung unsur hewani. Kita sebagai importir dan pemasok bahan baku dari China, perlu melakukan audit dan merekap bahan material apa saja yang kita impor mengandung unsur hewani.

Hal tersebut karena, kita tidak mungkin bisa memasok bahan yang mengandung unsur hewani dari China ke perusahaan yang menggunakan jasa kita.

Sehingga kita perlu mencari sumber pemasok lain agar tetap bisa memasok perusahaan yang sudah menjadi klien kita.

2. Proses

Produk tidak terdistribusi dengan baik
Gambar 4. Produk tidak terdistribusi dengan baik

Faktor-faktor yang terkait erat dengan perusahaan seperti Pasar, Pelanggan, Pesaing, Distributor dan Pengecer, Fasilitator dan Perusahaan Pemasaran, Publik, dll. Yang memengaruhi efisiensi program pemasaran.

Kita perlu mengecek adakah pesaing baru yang muncul atau posisi pesaing kita saat ini tertinggal/ lebih maju. Kita perlu mengecek terkait semua fasilitas pemasaran dan distribusi produk kita ke distributor dan pengecer.

Jangan sampai produk kita ternyata tidak terdistribusi dengan baik.

Karena hal tersebut akan memunculkan loss sales atau potensi penjualan yang hilang.

3. Audit strategi

Gambar 5. Melakukan audit strategi pemasaran

Memeriksa kelayakan misi bisnis, tujuan maupun sasaran dan strategi pemasaran yang memiliki dampak langsung pada kinerja pemasaran perusahaan.

Misalnya muncul pesaing baru yang dengan cepat membuat pelanggan kita berkurang.

Kita perlu melakukan audit terhadap kondisi pasar secara menyeluruh, misalnya terkait kesediaan stok produk kita di distributor, penerimaan produk kita, keunggulan pesaing yang menyebabkan pelanggan kita tercuri, dan kelayakan dari strategi yang telah kita terapkan.

Ada kemungkinan strategi yang kita gunakan telah usang dan pesaing memanfaatkan hal ini dengan mengeluarkan inovasi strategi baru yang lebih mudah diterima oleh target pasar.

4. Staf Karyawan

Gambar 6. Audit performa dari karyawan

Memeriksa performa dari staf kekaryawanan dari tim pemasaran.

Performa ini bisa kita lihat dari output kerja yang mereka hasilkan, kedisiplinan seperti taat peraturan perusahaan, kontribusi selama bekerja, dan banyak hal.

Jika kita menemukan staf yang tidak baik kinerjanya, Anda bisa menegurnya dan mengarahkan mereka. Tetapi jika mereka tidak mengalai perubahan kinerja, lebih baik kita keluarkan dari divisi pemasaran.

Jangan sampai orang tersebut menghalangi atau mempengaruhi kinerja staf karyawan lain.

5. Lingkungan pemasaran

Memelihara dan memperbarui sistem pemasaran seperti sistem informasi pemasaran, sistem perencanaan pemasaran, sistem kontrol pemasaran dan sistem pengembangan produk baru.

6. Produktivitas

Mengevaluasi kinerja kegiatan pemasaran dalam hal profitabilitas dan efektivitas biaya.

Hal ini berkaitan erat dengan kinerja staf karyawan dan baiknya lingkungan pemasaran.

7. Audit fungsi

Memeriksa kompetensi inti perusahaan seperti produk, harga, distribusi, komunikasi pemasaran dan tenaga penjualan.

Manfaat Audit Pemasaran

Audit Menyelaraskan Kembali Tujuan dan Aktivitas Perusahaan

Saat suatu perusahaan menghadapi tekanan, mudah untuk melupakan visi dan tujuan perusahaan. Sayangnya, ini dapat berarti bahwa strategi branding dan pemasaran perusahaan tersebut mulai keluar jalur dan mengarah pada ketidakkonsistenan. Audit adalah cara yang baik untuk melihat kembali keseluruhan rencana bisnis suatu perusahaan, kemudian mempertimbangkan kembali bagaimana perusahaan tersebut dapat menyelaraskan dengan tujuan perusahaan.

Audit Pemasaran Meningkatkan ROI

Dengan adanya audit, suatu perusahaan dapat mengumpulkan data dan fakta sehingga perusahaan itu dapat membuat keputusan berdasarkan informasi sebelumnya yang mana keputusan tersebuat akan berpengaruh kepada pendapatan.

Audit Menjaga Perusahaan Tetap up to date

Ketika lingkungan pemasaran dan periklanan terus berkembang dengan teknologi baru dan tren pelanggan. Melakukan audit secara teratur membantu perusahaan memaksimalkan investasi dengan berfokus pada kegiatan yang paling baik untuk bisnis dan mengungkap peluang baru yang ada.

Baca juga: 1. Mengetahui lingkungan bisnis pemasaran 2. Cara melakukan analisa PESTEL lingkungan eksternal

Kapan Kita Membutuhkan Audit Pemasaran ?

Berikut adalah waktu yang tepat untuk melakukan audit pemasaran, yaitu:

  1. Pemimpin perusahaan berganti
  2. Ketika akan melakukan re-branding
  3. Hasil perusahaan tidak sesuai ekspentasi/ jelek
  4. Butuh strategi pemasaran yang baru

Pemimpin perusahaan berganti

Ketika seorang pemimpin perusahaan mengalami pergantian, baik karena pemimpin tersebut mengundurkan diri atau pun meninggal. Pemimpin yang baru akan melakukan audit secara menyeluruh untuk menyesuaikan perusahaan dengan tujuan atau konsep yang baru.

Ketika akan melakukan re-branding

Perusahaan yang melakukan branding ulang biasanya terjadi karena produk tersebut memiliki citra yang buruk. Oleh karena itu, perusahaan perlu melakukan audit agar mengetahui masalah apa yang membuat produk tersebut menjadi buruk dan bagaimana cara mengatasinya.

Hasil perusahaan tidak sesuai ekspentasi/ jelek

Ketika hasil penjualan atau pun ouput sebuah perusahaan dibawah nilai ekspetasi target. Perusahaan perlu melakukan audit untuk mengetahui akar penyebabnya.

Bisa saja karena hasil output yang tidak sesuai dengan standar atau pun dari strategi pemasaran yang telah usang.

Butuh strategi pemasaran yang baru

Hal ini akan berkaitan dengan hasil yang tidak sesuai ekspetasi. Perusahaan akan membutuhkan strategi pemasaran yang baru ketika hasil penjualannya jelek atau ketika perusahaan melihat perubahan dari perilaku konsumen.

Perusahaan perlu melakukan audit untuk mengetahui penyebab masalah atau mengetahui apakah mereka siap untuk menghadapi perubahan perilaku konsumen tersebut.

Kesimpulan Audit Pemasaran

Di era teknologi yang dinamis, keinginan pelanggan akan suatu produk terus berubah-ubah dan tidak dapat dicegah. Oleh sebab itu, perusahaan wajib menyesuaikan dengan perubahan tersebut.

Hal ini agar perusahaan dapat terus eksis, menghasilkan output yang sesuai dengan keinginan pelanggan dan mendapatkan profit secara terus menerus.

Tinggalkan Balasan