Contoh Perencanaan Manajemen Pada Perusahaan Manufaktur Susu | Anyabila

Contoh Perencanaan Manajemen Pada Perusahaan Manufaktur Susu

Manajemen merupakan ilmu pengelolaan, perencanaan, dan pelaksanaan segala aktivitas yang dapat menghasilkan nilai output. Sedangkan, perencanaan adalah aktivitas atau upaya-upaya yang organisasi lakukan pada masa mendatang yang diharapkan dapat memenuhi ekspetasi dalam pencapaian tujuan. Pada artikel ini, kita akan membahas mengenai contoh perencanaan manajemen.

Contoh Perencanaan Manajemen Perusahaan Manufaktur

Contoh Perencanaan Manajemen

Perusahaan A memiliki proyek memproduksi produk susu bubuk rendah lemak pertama di Indonesia. Mereka berencana untuk mengambil segmen pasar wanita umur 20 hingga 50 tahun.

Untuk mewujudkannya, manajemen puncak akan menyusun perencanaan secara umum yang nantinya akan mereka wujudkan dalam bentuk visi dan misi.

Mari kita runutkan perencanaan perusahaan A demi mencapai tujuannya.

1. Merencanakan Target Pasar

Sebelum perusahaan memutuskan memproduksi susu rendah lemak, mereka akan mencari tahu terlebih dahulu mengenai jumlah kompetitor dan perilaku pembelian.

Misalnya, perusahaan menyadari bahwa banyak pesaing yang memproduksi susu. Akan tetapi, mereka tidak pernah menargetkan secara khusus pada market yang menginginkan susu khusus diet. Oleh sebabnya, perusahaan A melihat hal ini sebagai peluang.

Kemudian, perusahaan A memulai analisa segmentasi, targeting, dan positioning yang tepat agar produknya dapat laris di pasaran. Setelah itu, mereka pun menganalisa secara marketing mix.

Setelah mendapatkan semua data dan menganalisanya, perusahaan akan memiliki pedoman yang jelas untuk memproduksi susu bubuk rendah lemak tersebut.

2. Perencanaan Proses Produksi

Akhirnya, perusahaan memiliki target pasar yang jelas.

Saat ini yang mereka butuhkan adalah bagaimana cara untuk memproduksi susu rendah lemak tersebut.

Maka mereka akan mengurutkan kebutuhan untuk melakukan proses produksi, yaitu:

  1. Ketersediaan material (bahan baku dan bahan kemas)
  2. Sumber daya manusia
  3. Mesin
  4. Alur distribusi
  5. Modal

Ketersediaan Material

Dalam proses produksi, untuk mendapatkan suatu output maka diperlukan suatu input yaitu material bahan baku dan bahan kemas.

Oleh karena itu, perusahaan akan berusaha untuk mendatangkan input tersebut.

Ada beberapa kriteria input yang dibutuhkan oleh perusahaan, yaitu:

  1. Kualitas bahan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan
  2. Harga paling murah yang bisa didapatkan
  3. Rantai pasokan yang baik

Mesin

Akan sangat tidak mungkin jika perusahaan berniat untuk menghasilkan susu bubuk tanpa sebuah mesin yang cukup canggih. Oleh karena itu, perusahaan akan menentukan mesin mana yang paling efektif dan efisien yang dapat mereka gunakan.

Terdapat beberapa kriteria mesin yang perusahaan inginkan, yaitu:

  1. Produktivitas mesin sesuai dengan standar perusahaan
  2. Mesin mudah dioperasikan dan awet
  3. Harga murah

Sumber daya manusia

Setelah kita mengetahui mesin seperti apa yang akan perusahaan gunakan, akhirnya kita dapat menentukan jumlah sumber daya manusia yang cukup dan tidak berlebihan untuk perusahaan rekrut.

Misalnya, untuk pengoperasian mesin 2 orang, untuk pengemasan 2 orang, dan untuk admin 1 orang.

Alur distribusi

Perusahaan akan menentukan alur distribusi produksi, baik alur distribusi masuk yaitu alur material datang ke perusahaan dan alur distribusi keluar yaitu ketika produk dijual.

Perusahaan harus mengetahui bagaimana distribusi produknya akan terjual.

Apakah melalui kerjasama dengan distributor atau perusahaan secara mandiri menjual produknya.

Modal

Perusahaan telah merencanakan semua untuk proses produksi, lalu mereka akan menghitung berapa biaya yang perlu dikeluarkan agar perencanaannya dapat terrealisasikan.

Setelah mengetahui jumlah perkiraan yang mendekati nilai aslinya, perusahaan akan membandingkan dengan total modal yang ada saat ini.

Apakah melanjutkan untuk memproduksi susu rendah lemak ?
Apakah mengurungkan niat ?
Atau, mencari investor yang mau bergabung.

3. Pembuatan Visi dan Misi

Ketika perusahaan sudah memiliki keputusan untuk melanjutkan proses produksi, maka dapat kita simpulkan bahwa proses produksi sudah pasti terjadi.

Agar dalam proses produksi semua anggota dalam perusahaan memiliki tujuan yang sama dan arah yang jelas. Manajemen puncak harus membuat suatu cita-cita yang akan perusahaan gapai.

Cita-cita tersebut akan perusahaan tuangkan menjadi suatu visi dan misi.

Kemudian visi dan misi akan diuraikan oleh para manajer menjadi poin-poin tugas agar dapat dipahami oleh seluruh staf perusahaan.

Tinggalkan Balasan