Dampak Negatif Perdagangan Internasional Antara Lain Bagi Negara | Anyabila

Dampak Negatif Perdagangan Internasional Antara Lain Bagi Negara

Mulai dari perkembangan teknologi hingga kebutuhan warga negara tercukupi, sangat banyak sekali dampak positif dari perdagangan internasional. Tetapi, perdagangan internasional tidak hanya mendatangkan hal tersebut. Banyak dampak negatif perdagangan internasional antara lain yang akan kita bahas pada artikel ini.

Perdagangan internasional sendiri memiliki pengertian sebagai transaksi jual beli antar dua negara atau lebih yang memiliki hubungan kerjasama.

Hubungan kerjasama tersebut disimbolkan dengan adanya kedutaan di masing-masing negara.

Walaupun perdagangan ini dapat menguntungkan kedua belah pihak, tetapi dalam prosesnya perdagangan internasional membawa dampak negatif yang cukup mengerikan.

Dampak Negatif Perdagangan Internasional Antara Lain Sebagai Berikut.

dampak negatif perdagangan internasional antara lain produk lokal kurang diminati

Setidaknya terdapat 4 dampak negatif perdagangan internasional antara lain sebagi berikut:

  1. Meningkatnya persaingan tidak sehat
  2. Produk lokal tidak diminati
  3. Industri modal minim sulit berkembang
  4. Ketergantungan negara pada negara lainnya
  5. Westernisasi

Meningkatnya Persaingan Tidak Sehat

Dengan dibukanya akses perdagangan antar negara, tentu jumlah konsumen akan semakin banyak. Secara langsung, itu pun membuka banyak kesempatan bisnis baru untuk berkembang.

Hanya saja dalam kenyataannya, banyaknya persaingan yang tidak sehat menggerus industri kecil secara perlahan, dan pemilik modal besar lah yang menang.

Contohnya kebijakan pemerintah yang memudahkan eksportir luar masuk ke negara dengan memudahkan pajak dan bea masuk, sedangkan industri lokal dipersulit.

Hal ini kerap terjadi di negara berkembang dan tentunya hal ini juga yang menyebabkan munculnya persaingan yang tidak sehat.

Produk Lokal Tidak Diminati

Berapa banyak orang yang menyukai sepatu NIKE daripada sepatu lokal Indonesia ?

Faktanya, kebanyakan warga negara kita menyukai NIKE karena memiliki identitas merek yang baik dan dapat meningkatkan status sosial.

Selain itu, perlu kita akui teknologi luar negara lebih maju daripada teknologi di negara kita. Oleh karena itu, hasil produk yang mereka hasilkan jauh lebih bagus dari segi kualitas.

Tak aneh jika banyak orang yang lebih memilih barang impor, tapi hal ini juga yang menyebabkan produk lokal lambat laun akan mati.

Sangat sedikit sekali merek sepatu lokal yang bertahan lama. Sebagian besar dari produsen sepatu lokal lebih banyak menyasar pasar yang low, daripada middle up karena produknya tidak diminati.

Inilah dampak negatif perdagangan internasional lainnya yang dapat membunuh industri kecil.

Industri Modal Kecil Sulit Berkembang

Dengan banyaknya para pelaku bisnis yang dapat menyasar pasar luar, maka persaingan antar pemilik bisnis akan semakin sengit walaupun jumlah konsumen semakin banyak.

Sayangnya, untuk indutri yang memiliki modal kecil akan sulit bersaing. Sedangkan, industri asing tentunya memilik modal yang besar sehingga mereka dapat membuka cabang di beberapa negara.

Industri yang memiliki modal besar tentunya memiliki kekuatan untuk menarik pasar lebih luas dan lebih cepat, sedangkan industri modal kecil sebaliknya.

Industri modal kecil akan sangat kesulitan untuk mengembangkan bisnisnya karena jangkauan pemasarannya akan lebih terbatas.

Ketergantungan Negara Pada Negara Lainnya

Hal ini banyak terjadi pada negara berkembang.

Walaupun negara berkembang memiliki sumberdaya alam yang melimpah, tetapi mereka tidak memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dan teknologi untuk mengolahnya.

Kenyataannya, banyak negara berkembang yang menjual bahan baku materialnya saja atau raw material. Kemudian bahan baku tersebut diolah oleh negara maju untuk mereka jadikan produk. Dan produk tersebut mereka jual kembali kepada negara berkembang.

Siklus ini lah yang saat ini terjadi sehingga adanya ketergantungan dari negara berkembang ke negara maju dalam perdagangan internasional.

Padahal jika negara tersebut dapat mengolahnya, tentu harga jual pun akan semakin tinggi. Contohnya adalah ekspor porang ke negara korea untuk kosmetik.

Harga porang sendiri jika kami mengutip dari gdmagri.com berkisar 10ribu/kg hingga 65ribu/kg.

Harga porang akan sangatlah murah jika kita bandingkan dengan harga kosmetik yang bisa menyentuh angkat jutaan.

Westernisasi

Arti dari westernisasi adalah perilaku yang meniru gaya hidup orang luar negeri atau negara barat.

Banyak dari warga kita yang mulai melupakan budaya negaranya sendiri tetapi mengetahui budaya luar dengan baik bahkan menerapkannya pada kehidupan mereka.

Padahal banyak budaya luar tersebut yang tidak cocok dengan nilai-nilai budaya lokal. Misalnya budaya kita yang berpakaian tertutup, sedangkan budaya luar yang lebih bebas dan terbuka.

Hal ini menjadi dampak negatif tersendiri karena lambat laun kita dapat melupakan identitas negara.

Cara Menanggulangi Dampak Negatif Perdagangan Internasional

Kita tidak boleh hanya berdiam diri untuk tidak mencegah dampak negatif perdagangan internasional. Kita harus memberanikan diri untuk melawannya.

Berikut cara menanggulangi dampak negatif perdagangan internasional, yaitu:

  1. Pantau terus kebijakan negara
  2. Mulai membeli produk lokal dan dukung produk lokal untuk maju
  3. Mulai berinvestasi pada industri-industri lokal yang memiliki potensial baik
  4. Terus belajar dan meningkatkan kualitas diri agar nantinya kita dapat mengembangkan teknologi sendiri.
  5. Saring budaya luar yang masuk, jangan sembarangan untuk menerapkannya

Leave a Reply

Your email address will not be published.