Fungsi OJK Dan Peraturan OJK Tentang Perlindungan Konsumen | Anyabila

Fungsi OJK Dan Peraturan OJK Tentang Perlindungan Konsumen

Kita sudah sering mendengar Otoritas Jasa Keuangan atau OJK ketika ingin melakukan investasi atau lembaga yang mengurusi keuangan. Tidak hanya itu, sekarang terdapat penerbitan peraturan OJK tentang perlindungan konsumen. Peraturan tersebut diatur dalam Nomor: 1/POJK.07/2013. Ini akan membuat konsumen akan lebih aman dalam melakukan transaksi keuangan di jasa sektor keuangan. 

Fungsi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan memiliki fungsi untuk menyelenggarakan sebuah sistem pengawasan yang sudah terintegrasi satu sama lain. Pengawasan ini dilakukan untuk seluruh kegiatan di bawah naungan sektor jasa keuangan dan non keuangan. 

Tujuan OJK 

Tujuan pembentukan OJK untuk mengawasi kegiatan jasa keuangan sehingga bisa sesuai dengan prinsip OJK yang transparan, teratur dan adil. Di samping itu, paling penting untuk melindungi kepentingan dari konsumen. Peraturan OJK tentang perlindungan konsumen akan sangat bermanfaat agar konsumen tetap merasa aman. 

Prinsip OJK untuk perlindungan konsumen 

OJK akan membantu untuk melindungi kepentingan dari individu atau konsumen. Ada lima prinsip yang wajib dilakukan dengan baik agar konsumen bisa mendapatkan perlindungan yang  efektif. Lima prinsip tersebut, antara lain: 

  1. Transparansi 

Ini akan membuat pelaku usaha jasa keuangan agar bisa memberikan informasi yang jelas, bahasa lebih mudah dipahami oleh konsumen terkait semua produk yang dimiliki oleh jasa keuangan. 

  1. Perlakukan adil

PUJK atau pelaku usaha jasa keuangan juga harus memberikan layanan yang adil dan tidak mendiskriminasi konsumen terutama berkaitan dengan agama, suku dan ras. 

  1. Keandalan

Prinsip yang ketiga adalah keandalan, prinsip ini akan memberikan layanan yang andal, akurat dan lainnya. 

  1. Kerahasiaan dan keamanan data konsumen

Menjaga kerahasiaan dan keamanan data dari konsumen, PUJK hanya bisa menggunakan informasi konsumen berdasarkan kepentingan dan tujuan yang sudah disetujui oleh konsumen. 

  1. Penanganan dan penyelesaian sengketa konsumen secara sederhana, cepat dan terjangkau. 

Prinsip yang satu ini memang sangat penting untuk bisa melindungi dan mempermudah konsumen. Pelayanan ini difasilitasi oleh pihak OJK. 

Dengan adanya peraturan OJK tentang perlindungan konsumen maka konsumen akan selalu percaya dan mau memahami bagaimana cara mengatur keuangan pribadi dibawah pengawasan dari lembaga resmi Negara. 

Tugas OJK dalam bank, non bank dan pasar modal 

OJK memiliki tugas masing-masing dalam mengawasi sektor bank, non bank dan pasar modal.

  1. Sektor bank 

Pada umumnya OJK akan membuat sistem pengawasan dan ketentuan tersendiri. Bagaimana pihak OJK akan memberikan pembinaan bahkan melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas bank.

  1. Sektor nonbank 

Tugas OJK akan melakukan evaluasi dan membuat rumusan terkait kriteria, standar serta prosedur di dalam jasa sektor non bank. Di samping itu, akan membantu untuk menyusun dan melakukan protocol dalam management industri dari non bank. 

  1. Sektor pasar modal 

Pada umumnya tugas OJK hampir sama baik di sektor bank dan nonbank, tugas OJK mampu membuat rumusan prinsip dan mengelola lembaga efek, investasi dan juga kelola transaksi. Selain itu, bisa melakukan analisis agar bisa mengembangkan sektor pasar modal. 

Tinggalkan Balasan