Faktor Kepemimpinan: 10 Hal Yang Wajib Dimiliki Pemimpin | Anyabila

Faktor Kepemimpinan: 10 Hal Yang Wajib Dimiliki Pemimpin

Agar organisasi dapat berjalan terarah untuk mencapai tujuannya, suatu organisasi akan memiliki sosok yang dapat mengawasi dan mengarahkan. Sosok tersebut adalah pemimpin. Lalu, apa saja faktor kepemimpinan yang harus para pemimpin miliki ?

Pada artikel ini kita akan membahas hal secara jelas dan mendetail.

Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah kapasitas seseorang untuk menetapkan misi dan visi, mengambil tindakan cepat dan tegas ketika dibutuhkan, mengungguli pesaing, dan menginspirasi orang lain untuk melakukan pekerjaannya sehingga perusahaan/ organisasi mampu mencapai tujuannya.

Kepemimpinan adalah kemampuan mempengaruhi suatu kelompok ke arah pencapaian tujuan.

Stephen P Robbins

Pengertian ini melihat semua anggota kelompok sebagai satu kesatuan utuh, sehingga kepemimpinan bermakna sebagai kemampuan memengaruhi semua anggota kelompok agar bersedia melakukan aktivitas mencapai tujuan.

Pandangan P. Siagian (2014:9), kepemimpinan merupakan inti manajemen yaitu sebagai motor penggerak bagi sumber dan alat dalam organisasi. Tingkat sukses suatu organisasi dalam mencapai tujuannya tergantung pada cara memimpin yang telah para atasan atau pemimpin praktikan.

Sedangkan menurut Veithzal Rivai (2006:3) kepemimpinan adalah kemampuan untuk memengaruhi, memberikan inspirasi dan mengarahkan tindakan seseorang atau kelompok dalam mencapai tujuan yang telah diharapkan.

Sehingga,

  1. Kepemimpinan melibatkan atasan dan bawahan atau orang lain.
  2. Terdapat distribusi kekuasaan seperti kekuasaan manajer terhadap bawahannya.
  3. Adanya bentuk kekuasaan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok.

Sehingga individu dengan keterampilan kepemimpinan yang kuat dalam dunia bisnis sering naik ke posisi eksekutif seperti CEO (chief executive officer), COO (chief operating officer), CFO (chief financial officer), presiden, dan ketua berbagai organisasi. Agar seseorang menjadi pemimpin yang sukses maka ia harus meningkatkan 10 faktor kepemimpinan.

Dalam kepemimpinan juga termasuk memberikan contoh positif bagi staf untuk diikuti sehingga bersemangat dalam pekerjaannya, termotivasi untuk mempelajari hal-hal baru, dan membantu sesuai kebutuhan baik dalam kegiatan individu maupun tim.

10 Faktor Kepemimpinan Yang Wajib Pemimpin Miliki

pemimpin wajid meningkatkan faktor kepemimpinan
Kepemimpinan yang efektif

Kepemimpinan yang efektif termasuk menunjukkan karakter yang kuat. Para pemimpin menunjukkan kejujuran, integritas, kepercayaan, dan etika. Para pemimpin bertindak sesuai dengan cara mereka berbicara dan mendapatkan hak untuk bertanggung jawab atas kesuksesan orang lain di perusahaan.

Kepemimpinan yang kuat melibatkan keterampilan komunikasi yang jelas. Para pemimpin harus mengarahkan dan mendengar masukkan dari para anggotanya, menanggapi pertanyaan dan masalah, dan berempati pada anggotanya. Para pemimpin harus menggunakan keterampilan komunikasi yang efektif untuk memajukan perusahaan dan mencapai tujuan.

Kepemimpinan sejati melihat arah perusahaan dan merencanakan langkah-langkah yang mereka perlukan untuk sampai ke tujuan. Memvisualisasikan apa yang mungkin, mengikuti tren dalam industri, dan mengambil risiko untuk menumbuhkan bisnis. Sehingga seorang pemimpin haruslah visioner.

Kepemimpinan yang produktif menunjukkan optimisme dan memberikan energi positif bagi anggota. Pemimpin yang baik mendukung dan benar-benar peduli dengan kesejahteraan orang lain. Para pemimpin menemukan jawaban atas tantangan dan meyakinkan serta menginspirasi para pekerja ketika segala sesuatunya berjalan salah. Pemimpin menemukan cara bagi anggota untuk bekerja bersama dan mencapai hasil maksimal dengan cara yang efisien dan efektif.

Baca juga: 1. Kepemimpinan tranformasional 2. 9 Perbedaan Pemimpin dan Manajer Perusahaan Dalam Kepemimpinan

Sehingga ada 10 faktor yang harus para pemimpin miliki, yaitu :

  1. Visioner (Vision)
  2. Motivasi (Motivation)
  3. Pelayanan (Serving)
  4. Empati (Emphaty)
  5. Kreativitas (Creativity)
  6. Ketelitian (Thoroughness)
  7. Mengatur (Manage)
  8. Membangun tim (Team building)
  9. Mengambil resiko (Taking risks)
  10. Peningkatan (Improving)

Visioner

Memimpin berarti memiliki visi dan membagikannya kepada orang lain. Ketika pemimpin dapat menginspirasi orang lain maka akan sangat mungkin untuk berbagi tujuan bersama sehingga dapat mengarahkan tindakan dan mengeluarkan dedikasi seluruh tim.

Memotivasi

Seorang pemimpin harus tahu bagaimana memotivasi anggotanya karena merupakan salah satu fungsi utama pemimpin. Melalui motivasi, seorang pemimpin akan menyalurkan energi positif yang menyemangati anggota untuk mencapai tujuan.

Melayani

Pemimpin melayani tim, bukan sebaliknya. Anggota kelompok harus memiliki dan merasakan dukungan dari pemimpin mereka, alat yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan mereka dengan benar harus tersedia bagi mereka, mereka harus memiliki pengakuan atas upaya mereka dan tahu bahwa ada seseorang yang memperhatikan untuk memperbaiki kebiasaan buruk. Itu semua adalah bagian dari kepemimpinan yang melayani tim, dan bukan sebaliknya.

Empati

Salah satu kualitas dasar dari setiap pemimpin ideal adalah adanya kecerdasan emosional, kemampuan itu yang membuat para pemimpin dapat menempatkan diri mereka di tempat orang lain, memahami keprihatinan mereka, dan menyelesaikan masalah. Para pemimpin mengetahui rahasia bisnis mereka. Oleh karena itu, pemimpin dapat berempati dengan pelanggan dan anggota tim mereka. Tujuannya agar dapat menginspirasi dan membangun hubungan yang pada akhirnya akan mengarah pada kesuksesan.

Kreatif

Definisi kepemimpinan juga berkaitan dengan kreativitas. Pemimpin yang baik mampu menciptakan lingkungan yang akan mendorong semua anggota tim mereka untuk mengembangkan keterampilan dan imajinasi mereka, sehingga mereka dapat berkontribusi pada proyek dan visi bersama perusahaan. Jika Anda ingin memimpin dengan sukses, hormati kreativitas orang lain dan belajarlah dari orang-orang di sekitar Anda.

Teliti

Seorang pemimpin harus menetapkan standar anggotanya karena agar dapat mencapai tujuan. Sehingga pemimpin harus menuntuk anggotanya untuk mencapai nilai standar yang telah disepakati.

Mengatur

Pemimpin harus berada di garis depan untuk memimpin dan membimbing tim mereka sepanjang seluruh proses sampai tujuan tercapai. Tetapi selain itu, para pemimpin juga harus tahu kapan harus mundur dan membiarkan tim mereka mengambil inisiatif. Dengan cara ini, tim mendapat kesempatan untuk berkembang baik secara pribadi maupun profesional.

Membangun tim

Kepemimpinan adalah tentang bekerja dalam tim untuk mencapai tujuan bersama. Mengatur tim adalah salah satu tugas paling sulit yang dihadapi oleh para pemimpin. Pentingnya sikap percaya kepada sesama rekan kerja sehingga dapat menghasilkan hasil yang baik. Pemimpin harus berani mempertanggung jawabnkan jika ada suatu kesalahan dan memberikan apresiasi pada anggota tim jika mencapai/melebihi target.

Berani Mengambil resiko

Pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab untuk mengambil risiko yang tidak bisa dilakukan oleh anggotanya. Pemimpin harus percaya diri untuk membuat keputusan dan jika melakukan kesalahan maka pemimpin harus memiliki keberanian untuk memperbaiki, mengakui kesalahan dan mengambil jalan yang benar tanpa menyalahkan kesalahan tersebut pada tim.

Selalu Melakukan Peningkatan

Seorang pemimpin harus terus mencari perbaikan/peningkatan (continuous improvement). Sehingga, pemimpin wajib memiliki kemampuan untuk mengubah orang-orang dalam tim untuk berkembang hingga titik optimal.

3 Gaya Kepemimpinan

Dalam memimpin suatu organisasi, tentunya seorang pemimpin akan memiliki berbagai cara agar organisasi yang ia pimpin terus berjalan lurus ke arah tujuaan yang telah mereka sepakati.

Setidaknya terdapat 3 gaya kepemimpinan yang telah para pemimpin praktekan, yaitu:

  1. Gaya kepemimpinan bebas
  2. Demokratis
  3. Kepemimpinan otoriter

Gaya kepemimpinan bebas

Pada gaya kepemimpinan ini, atasan akan bersifat sebagai pengawas, penyedia fasilitas, dan membantu jika bawahannya meminta. Sehingga atasan akan berperan secara pasif. Sebaliknya, bawahan diberikan kekuasaan secara penuh.

Gaya ini sering digunakan oleh CEO kepada para manajer.

Kepemimpinan demokratis

Gaya ini memiliki ciri pendekatan secara kerjasama atau kooperatif. Sehingga dalam pengambilan suatu keputusan, atasan tidak hanya mengandalkan pendapatnya saja, tetapi akan ada campur tangan dari para bawahannya. Efek dari gaya kepemimpinan ini adalah para anggota cenderung akan lebih kreatif, lebih bermoral, mudah dalam bekerja sama dan mutu dari output mereka pun akan sangat baik.

Ciri kepemimpinan ini sangat terlihat ketika melakukan sesi meeting.

Para anggota akan lebih leluasa mengutarakan pendapatnya, dan manajer akan menyimpulkan pendapat dari semua anggota sebelum mengambil keputusan.

Gaya ini sering digunakan oleh manajer kepada para supervisor.

Gaya kepemimpinan otoriter

Terlihat dari namanya saja, gaya kepemimpinan ini akan fokus pada pendapat atasan tanpa menghiraukan anggota lain. Sehingga, kekuatan dari kekuasaan akan terlihat secara jelas dan nyata.

Pemimpin dengan gaya seperti ini akan memberikan tugas dan penjelasan kepada para bawahannya, kemudian bawahan tersebut harus menjalankan perintah sesuai dengan apa yang telah diintruksikan oleh pemimpin.

Pada gaya kepemimpinan seperti ini, anggota tidak leluasa mengeluarkan pendapat, kurang kreatif dan tidak akan mudah untuk diajak bekerjasama. Selain itu, hasil output yang mereka hasilkan pun standar.

Gaya kepemimpinan ini sering digunakan oleh supervisor kepada para staf.

Tinggalkan Balasan