Komunikasi Persuasif dan Contohnya Beserta Tujuan Persuasif | Anyabila

Komunikasi Persuasif dan Contohnya Beserta Tujuan Persuasif

Artikel ini akan membahas mengenai komunikasi persuasif dan contohnya.

Sebagai pemasar, kita harus mengetahui bagaimana cara yang paling efektif untuk menarik konsumen melalui media-media promosi. Salah satu cara yang perlu kita kuasai adalah melalui komunikasi persuasif.

Komunikasi adalah suatu bentuk proses komunikasi interpersonal yang saling mempertukarkan informasi. Proses komunikasi berjalan dengan dua orang sebagai pembicara dan pendengar.

Informasi yang ditukar akan berdasarkan pengetahuan dan pengalaman hidup.

Sedangkan persuasif adalah suatu ajakan atau bujukan secara halus yang dapat merubah keyakinan individu yang diajak berupa perubahan perilaku, sikap, dan keyakinan.

Pengertian Komunikasi Persuasif

komunikasi persuasif adalah

Komunikasi persuasif adalah suatu bentuk komunikasi yang menyampaikan informasi kepada lawan bicara dengan tujuan untuk merubah sikap perilaku, keyakinan dan sudut pandang lawan bicara terhadap sesuatu.

Sebagai pemasar, kita harus menyampaikan informasi yang persuasif akan suatu produk atau jasa yang kita tawarkan dengan jalan yang efektif agar tujuan kita tercapai.

Artinya, sebagai pemasar kita harus menyiapkan terlebih dahulu seperti apa jalan komunikasi yang kita harapkan. Perencanaan ini bertujuan agar komunikasi berjalan sesuai dengan apa yang kita inginkan dan proses komunikasi berjalan dengan efektif.

Yang perlu kita perhatikan adalah lingkungan saat terjadinya komunikasi atau kondisi moral dan fisik dimana terjadinya komunikasi. Kita harus pada melihat situasi dengan baik dan peka terhadap apa yang ada disekitar.

Jangan sampai komunikasi yang kita jalankan melukai atau menyinggung orang lain.

Selain itu, pemasar harus dapat menyesuaikan diri dengan kemampuan daya tangkap dari lawan bicara.

Dengan komunikasi yang persuasif, lawan bicara akan masuk ke dalam keadaan yang ia pikir hal tersebut atas kehendaknya. Padahal dalam kenyataannya, ia terbawa dengan skenario dari komunikasi yang telah kita rancang.

Elemen Komunikasi Persuasif

elemen komunikasi persuasif

Agar terjadinya lingkungan komunikasi yang persuasif, maka beberapa elemen ini perlu terkumpul. Berikut elemen dari komunikasi persiasif:

  1. Pembicara/ Komunikator
  2. Informasi/ Pesan
  3. Nilai daya tarik/ Ajakan

Pembicara/ Komunikator

Komunikasi tidak akan berjalan jika pembicara atau sumber dari informasi tidak ada. Oleh sebab itu, maka perlu adanya seorang pembicara.

Menurut data survey, semakin popular pembicara maka semakin besar kemungkinan lawan bicara atau target konsumen berubah sikap dan mengikuti apa yang pembicara arahkan.

Oleh karena itu, banyak merek-merek terkenal yang mempromosikan produknya/ endorse melalui artis atau selebgram.

Informasi/ Pesan

Yang kita maksud dengan informasi atau pesan adalah perpaduan antara pikiran, pengetahuan, pengalaman, dan perasaan terhadap sesuatu yang disampaikan melalui bahasa verbal atau non verbal.

Informasi merupakan kekuatan untuk mempengaruhi orang agar berubah pikiran.

Semakin baik informasi yang kita punya, maka semakin baik pula dampak yang akan terhasilkan.

Contohnya, jika kita menjual sepatu kita dapat menjual infomasi merek/ informasi bahan/ informasi nilai guna yang dapat membuat konsumen merasa membutuhkan sepatu tersebut.

Nilai daya tarik/ Ajakan

Artinya, dalam informasi atau pesan yang kita sampaikan harus terselip ajakan yang rasional untuk merubah pola pikir dari lawan bicara. Sehingga, ia merubah pikirannya dan mengikuti apa yang kita hendaki.

Terdapat beberapa daya tarik atau ajakan, yaitu:

  1. Rasional
    Membuat ajakan dengan data dan cara yang rasional.
  2. Takut
    Menimbulkan rasa khawatir akan sesuatu sehingga lawan bicara mau mengikuti apa yang ktia sampaikan.
  3. Imbalan
    Mendeskripsikan bahwa lawan bicara akan mendapatkan apa yang ia inginkan.
  4. Media atau Saluran
    Tiap komunikasi akan melalai media seperti bertatapan secara langsung, tertulis, email hingga melalui sosial media seperti iklan dan konten.

Metode Komunikasi Persuasif

Menurut ahli Onong Uchjana Effendy dalam bukunya, terdapat 5 metode dalam komunikasi persuasif. Yaitu:

  1. Asosiasi
  2. Integrasi
  3. Pay of idea
  4. Iching devide
  5. Red herring

Asosiasi

Yaitu ketika seorang komunikator menyampaikan pesan dengan mengkolaborasikannya dengan peristiwa yang sedang ramai dibicarakan khalayak ramai.

Teknik ini sering kita jumpai ketika ada suatu peristiwa yang viral di sosial media, kemudian banyak dari pemasar mempromosikannya dengan menyangkut pautkan dengan peristiwa tersebut.

Integrasi

Ketika komunikator dapat menempatkan dirinya sama dengan lawan bicara, hal ini yang kita sebut dengan metode integrasi.

Misalnya, komunikator dapat merasakan apa yang lawan bicara inginkan atau memahami perasaannya dengan baik. Ketika lawan bicara mengeluh akan suatu keadaan, komunikator akan mendengarkan dan berempati seolah-olah ia mengalami hal yang serupa.

Pay of idea

Komunikasi persuasif dengan menjanjikan semua hal yang menguntungkan lawan bicara atau menjanjikan harapan.

Metode ini banyak digunakan oleh para penjual jasa seperti asuransi, MLM dan lain-lain.

Iching device

Komunikasi persuasif dengan menggunakan emotional appeal atau membangkitkan emosi dari lawan bicara. Dalam prakteknya, hal ini akan berkaitan dengan penataan pesan informasi seperti barang yang memiliki kualitas standar akan terkesan sangat mewah ketika kita membungkusnya dengan begitu baik, premium, dan berkesan.

Red herring

Maksudnya, kita akan mengalihkan perhatiin komunikasi kepada komunikasi yang kita kuasai. Kita tidak ingin lawan bicara mengetahui atau terfokus pada apa yang kita tidak kuasai sehingga akan memberikan kesan tidak profesional.

Metode red herring membuat kita mengalihkan pembicaraan dan memfokuskan pada topik yang benar-benar kita kuasai.

Tujuan Komunikasi Persuasif

Komunikasi persuasif memiliki beberapa tujuan yang diharapkan tercapai, yaitu:

  1. Mendatangkan pelanggan baru
    Orang yang tidak mengetahui produk kita akan sangat tertarik mencoba jika kita berhasil membujuknya, apalagi jika kita mengiming-iminginya dengan suatu janji dan harapan.
  2. Memahami keinginan konsumen
    Dengan komunikasi persuasif kita dapat memahami konsumen lebih dalam karena kita akan memposisikan diri kita sama dengan mereka.
  3. Menjual produk lebih cepat
    Pelanggan akan lebih tertarik membeli apa yang kita tawarkan jika kita membujuk mereka dengan tepat.
  4. Meningkatkan keuntungan
    Semakin banyak pelanggan baru dan produk terjual dengan cepat, tentunya akan menaikan keuntungan.

Faktor Yang Mendukung Komunikasi Persuasif

Menurut pakar Johny Killis terdapat 3 faktor yang dapat membangkitkan minat, tentunya hal ini akan mendukung proses komunikasi yang persuasif.

3 Faktor tersebut adalah:

  1. Kebutuhan Individu
  2. Motif sosial
  3. Emosional

Kebutuhan Individu

Adanya kebutuhan akan mendorong individu melakukan komunikasi dan mengetahui suatu solusi. Artinya, ketika mereka membutuhkan suatu produk yang dapat menghilangkan jerawat maka mereka akan mencarinya. Kemudian, tugas seorang pemasar membujuk dan meyakinkan mereka untuk menggunakan produk yang pemasar tawarkan.

Motif Sosial

Di era modern ini, tampilan sosial adalah salah satu yang paling dicari. Oleh sebabnya, banyak orang membeli produk atatu menggunakan jasa bukan karena mereka sangat membutuhkannya. Akan tetapi, karena mereka menginginkan suatu pengakuan atau penghargaan dari orang sekitarnya.

Tugas pemasar memunculkan motif sosial pada calon pelanggannya dengan menaikan nilai merek dan layanannya.

Emosional

Motif emosional memberikan ukuran intensitas yang signifikan untuk seseorang memberikan perhatiannya terhadap produk atau jasa tertentu.

Oleh karena itu, kita harus dapat memunculkan emosional calon pelanggan dan memanfaatkannya.

Faktor yang dapat memunculkan nilai emosional ini adalah kemasan yang cantik, layanan yang ramah, hingga tempat yang nyaman.

Komunikasi Persuasif dan Contohnya

Jono seorang yang menyediakan jasa investasi sedang mencari ‘mangsa’, kemudian ia mengunjungi temannya bernama Tono.

Ia menawarkan investasi dengan janji bahwa uang yang ia setorkan akan menjadi 2 kali lipat.

Tentunya, Tono tidak bisa mempercayai ini walaupun dalam hati Tono tergiur.

Akhirnya, Jono memberikan bukti testimonial para investor lainnya dan memberikan Tono rencana pengembangan investasi ke depannya seperti apa.

Usut punya usut, ternyata investasi yang Jono selalu tawarkan kepada para investor adalah untuk mengembangkan bisnis salah UMKM berpotensial.

Saat ini yang ia tawarkan adalah investasi pada pengembangan jasa rajamanajemen yang menyediakan produk dibidang jasa desain website, artikel SEO, dan aplikasi pengelolaan stok.

Setelah melihat seluruh bukti akan berpotensialnya usaha ini berkembang, Tono langsung menerima tawaran tersebut.

metode komunikasi persuasif pay of idea

Demikian artikel kami mengenai komunikasi persuasif dan contohnya. Semoga bermanfaat !

Tinggalkan Balasan