Manajemen Keragaman Dalam Organisasi Perusahaan | Anyabila

Manajemen Keragaman Dalam Organisasi Perusahaan

Demi menciptakan budaya perusahaan yang baik, adil dan merata tiap wilayah, ras maupun kelompok. Manajemen perusahaan harus mengaplikasikan ilmu manajemen keragaman. Apa yang dimaksud manajemen keragaman tersebut ? mari kita bahas

Pengertian Manajemen Keragaman

Manajemen keragaman adalah tindakan organisasi yang bertujuan untuk membangun karyawan yang lebih besar dari latar belakang yang berbeda ke dalam struktur organisasi melalui kebijakan dan program khusus dimana hal ini untuk membangun nilai positif pada semua anggota organisasi. Organisasi mengadopsi strategi manajemen keragaman sebagai tanggapan terhadap keragaman tenaga kerja yang berkembang di seluruh dunia.

“Manajemen keragaman jauh lebih dari sekedar masalah multikultural: ini tentang merangkul berbagai jenis orang, yang mendukung berbagai hal dan mewakili budaya, generasi, ide, dan pemikiran yang berbeda (Llopis, 2011).”

Kemajuan teknologi memungkinkan perusahaan untuk merekrut dan mengelola karyawan dari seluruh dunia dan dalam zona waktu yang berbeda. Perusahaan merancang program dan kebijakan khusus untuk meningkatkan, mempromosikan, dan menahan karyawan yang berasal dari latar belakang dan budaya yang berbeda.

Globalisasi ekonomi dunia dan banyaknya perusahaan multinasional membawa konsep baru, di mana manajemen keragaman tidak semata-mata merujuk pada heterogenitas tenaga kerja di satu negara tetapi pada komposisi tenaga kerja di berbagai negara.

Manajemen Keragaman

Jenis Manajemen Keragaman

1 . Manajemen keragaman Intranasional

Manajemen keberagaman intranasional mengacu pada pengelolaan tenaga kerja yang terdiri dari warga negara atau imigran dalam satu bangsa. Kebijakannya berfokus pada penyediaan kesempatan kerja bagi kelompok minoritas atau imigran baru. Misalnya, sebuah perusahaan milik anak bangsa dapat menerapkan kebijakan dan program dengan tujuan meningkatkan sensitivitas dan menyediakan lapangan kerja bagi kelompok etnis minoritas di negara tersebut.

2 . Manajemen keragaman Lintas Nasional/ Internasional

Manajemen keberagaman lintas negara atau internasional, mengacu pada pengelolaan tenaga kerja yang terdiri dari warga negara dari berbagai negara. Ini juga dapat melibatkan imigran dari berbagai negara yang mencari pekerjaan. Contohnya adalah perusahaan yang berbasis di Indonesia dengan cabang di Kanada, Korea, dan Cina. Perusahaan akan membuat berbagai program dan kebijakan yang berlaku di kantor pusatnya di Indonesia serta di kantor-kantornya yang berada di luar negeri. Tantangan utama dari manajemen keberagaman lintas-nasional adalah bahwa perusahaan induk harus mempertimbangkan undang-undang legislatif dan budaya di negara tempat ia beroperasi, tergantung di mana karyawannya tinggal.

Karakteristik Manajemen Keragaman

1 . Sukarela

Tidak seperti undang-undang yang diterapkan melalui sanksi, manajemen keberagaman adalah tindakan organisasi yang bersifat sukarela. Ini diprakarsai sendiri oleh organisasi dengan tenaga kerja dari berbagai etnis, agama, kebangsaan, dan demografi. Tidak ada undang-undang untuk memaksa atau insentif pemerintah untuk mendorong organisasi menerapkan program dan kebijakan manajemen keberagaman.

2 . Memberikan Manfaat Nyata

Tidak seperti di masa lalu ketika manajemen keberagaman dipandang sebagai kendala hukum, perusahaan menggunakan strategi keberagaman untuk memanfaatkan potensi semua karyawan dan memberikan perusahaan keunggulan kompetitif dalam industrinya. Hal ini memungkinkan setiap karyawan, terlepas dari warna kulit, agama, etnis, atau asal mereka untuk membawa bakat dan keterampilan mereka ke organisasi. Tenaga kerja yang beragam memungkinkan organisasi untuk melayani klien dengan lebih baik dari seluruh dunia karena karyawan yang beragam dapat memahami kebutuhan mereka dengan lebih baik.

3 . Luas

Jika undang-undang dan tindakan afirmatif menargetkan kelompok tertentu, manajemen keberagaman menggunakan definisi luas karena keberagaman bersifat tidak terbatas. Definisi yang luas menjadikan program keberagaman lebih membangun dan menghilangkan potensi ditolak oleh anggota kelompok mayoritas atau bagian masyarakat minoritas.

Baca juga: Proses Terciptanya Kebudayaan Organisasi Perusahaan

Cara Penerapan Manajemen Keanekaragaman

Perusahaan atau Organisasi dapat menerapkan manajemen ini untuk mempertahankan keunggulan bisnis yang kompetitif dan juga memanfaatkan potensi tenaga kerjanya yang beragam.

Berikut ini adalah cara penerapan yang dapat diterapkan organisasi atau perusahaan:

1 . Komitmen dari TOP manajemen

Keberagaman tenaga kerja dapat berhasil jika diadopsi oleh visi bersama dengan Top manajemen perusahaan. Eksekutif senior dari suatu organisasi bertanggung jawab untuk perumusan kebijakan, dan dia dapat mempromosikan atau membunuh keanekaragaman tempat kerja tergantung pada kebijakan yang dia buat. Ketika manajemen senior gagal menunjukkan komitmen untuk menerapkan strategi keberanekaragaman, maka manajemen keberagaman sulit untuk diterapkan.

2 . Identifikasi bakat baru yang Muncul

Sebagian besar perusahaan lebih menyukai karyawan yang sebelumnya sudah memiliki pengalaman diperusahaan sejenis atau hanya melihat pada pendidikan yang tinggi. Padahal perusahaan seharusnya mencari bakat baru selain dari cara seperti biasanya. Mempekerjakan individu dengan beragam keterampilan dan pengetahuan dapat membantu perusahaan untuk memberikan layanan berkualitas lebih baik ke basis klien global.

3 . Memberikan ruang untuk berdiskusi tentang masalah keberagaman

Perusahaan atau Organisasi harus mengatur sumber daya manusia di mana karyawan dari latar belakang yang sama dapat terhubung dan mengomunikasikan keprihatinan mereka di lingkungan yang aman dan kondusif. Orang-orang dari kelompok minoritas sering merasa terisolasi dari perusahaan atau organisasi, sehingga hal tersebut meningkatkan pergantian karyawan. Perusahaan harus menciptakan jalan untuk bimbingan, koneksi, dan sosialisasi untuk membantu meningkatkan keterlibatan karyawan dan peningkatan kinerja.

4 . Jadikan keberagaman sebagai tujuan perusahaan

Sebuah organisasi yang mempraktikkan keberagaman tenaga kerja harus membiarkan dunia tahu bahwa organisasi merangkul keberagaman dan bekerja dengan orang-orang dari semua latar belakang. Contohnya rumah sakit dapat memulai dengan mendukung stafnya yang secara sukarela menjadi volunteer di forum HIV. Perusahaan dapat mendukung kegiatan tersebut dengan cara mengumpulkan dana, menawarkan magang dan beasiswa kepada kelompok minoritas.

Tinggalkan Balasan