Manajemen Konflik : Pengertian, Tujuan, Strategi, dan Pertanyaan | Anyabila

Manajemen Konflik : Pengertian, Tujuan, Strategi, dan Pertanyaan

Organisasi merupakan wadah bagi banyak orang yang memiliki tujuan yang sama. Setiap orang mempunyai pemikirannya masing-masing. Oleh sebab itu, konflik pikiran akan selalu ada. Organisasi harus dapat mengelola konflik tersebut dengan ilmu manajemen konflik.

Dalam artikel ini kita akan membahas mengenai pengertian manajemen konflik, strategi manajemen konflik dalam organisasi, Tujuan manajemen konflik, Bagaimana mengelola konflik, hingga pertanyaan tentang manajemen konflik.

Pengertian Manajemen Konflik

pengertian manajemen konflik adalah

Manajemen konflik adalah adalah kegiatan pengelolaan atau pendekatan terhadap komunikasi dengan berbagai individu yang memiliki keterkaitan dengan suatu konflik yang sama pada organisasi. Hal ini dapat merugikan organisasi karena dapat menyebabkan kesimpangan terhadap tujuan atau cita-cita organisasi.

Konflik merupakan hal yang sangat wajar terjadi pada organisasi karena tiap individu akan memiliki pengalaman dan kemampuan yang berbeda-beda.

Tetapi, jika konflik tersebut memberikan efek negatif terhadap organisasi maka perlu adanya pengelolaan mengatasi konflik tersebut.

Sehingga, organisasi atau perusahaan harus memiliki suatu sistem manajemen konflik.

Manajemen Konflik Menurut Para Ahli

Menurut ahli Minnery, manajemen konflik merupakan suatu proses rasional yang bersifat berulang, sehingga proses konflik akan terus menerus berulang hingga mencapai titik ideal dan mewakili.

Sedangkan, Howard Ross memiliki definisi yang berbeda yaitu manajemen konflik merupakan proses atau upaya pihak terkait atau pihak ketiga yang memiliki tujuan menengahi perselisihan ke arah hasil atau tidak menghasilkan penyelesaian konflik, dan mufakat atau tidak.

Sehingga kita dapat mengartikan sendiri bahwa manajemen ini adalah suatu rangkaian proses untuk menyelesaikan suatu masalah yang terjadi pada organisasi dengan tidak menyudutkan salah satu pihak.

Walaupun konflik terkesan memberikan efek negatif, tetapi hal tersebut dapat melatih para anggota organisasi untuk menganalisa suatu masalah, lebih saling menghargai hingga peningkatan kemampuan individu dalam menghadapi suatu masalah.

Contohnya, ketika kamu seorang menghadapi konflik antar divisi. Kamu akan berlomba-lomba mencari barang bukti untuk memenangkan argumen yang kamu sampaikan. Sehingga, ada proses penganalisaan data hingga bagaimana cara untuk berargumen dengan tepat dan tidak menimbulkan masalah baru.

Tujuan Manajemen Konflik

Tujuan manajemen konflik

Sekarang kamu sudah mengerti mengenai manajemen konflik secara umum. Manajemen ini pun memiliki beberapa tujuan dalam pelaksanaannya, yaitu:

  1. Merupakan tindakan untuk mencegah terjadinya penyimpangan terhadap tujuan organisasi.
  2. Meningkatkan kemampuan analisa berpikir, pengumpulan data, dan komunikasi efektif.
  3. Sebagai media agar setiap individu pada organisasi lebih menghargai dan menghormati.

Strategi Manajemen konflik

strategi manajemen konflik cara pengelolaan konflik dengan diskusi

Dalam manajemen konflik, kita akan mengetahui bagaimana cara untuk mengatasi konflik atau cara pengelolaan konflik. Hal ini agar organisasi dapat mendapatkan keuntungan dalam pengambilan keputusan. Oleh karena itu, organisasi harus dapat memberikan langkah yang tepat untuk menyelesaikan konflik yag terjadi.

Berikut strategi pengelolaan konflik dalam organisasi.

  1. Identifikasi
  2. Analisa
  3. Diskusi
  4. Aksi
  5. Evaluasi

Identifikasi

Pada tahap ini, kita harus dapat mengidentifikasi masalah yang sedang terjadi. Jangan sampai kita memasuki suatu konflik tanpa mengetahui awal mula terjadinya masalah. Karena hal tersebut dapat menyebabkan keputusan yang tidak adil, tidak menyelesaikan konflik dan memperburuk hubungan kerja.

Oleh sebabnya, kita harus mengetahui awal mula datangnya konflik.

Identifikasi dapat dilakukan dengan cara membuka komunikasi kepada semua pihak terkait konflik dan juga menanyai semua sanksi.

Analisa

Setelah kita mendapatkan semua data dari semua pihak yang terkait. Kita dapat memulai untuk menganalisa data dengan membandingkan semua persaksian dengan bukti yang ada.

Dengan hal itu, kita dapat mengetahui masalah yang sebenernya terjadi.

Diskusi

Kita dapat membuka diskusi dengan semua pihak yang terkait. Kemudian mencari solusi tanpa menghakimi atau memberatkan pada salah satu pihak.

Pemimpin jalannya diskusi harus dapat bersikap adil, bijaksana, dan mementingkan kepentingan organisasi diatas kepentingan pribadi.

Kita dapat melakukan diskusi hingga mendapatkan solusi yang dapat coba kita terapkan.

Aksi

Setelah kita mempunyai solusi yang tidak memberatkan salah satu pihak, maka mulai lah untuk menerapkan solusi tersebut sebagai percobaan.

Artinya, kita mencoba solusi yang didapat dalam jangka waktu yang telah ditetapkan hanya untuk mengetahui apakah solusi tersebut benar-benar solusi yang paling tepat kita terapkan.

Evaluasi

Buka kembali diskusi, kemudian tampilkan hasil penerapan dari solusi yang sebelumnya telah kita sepakati.

Agar hasil dari penerapan dapat kita lihat dampaknya secara lebih nyata, maka bandingkan hasil tersebut dengan standar atau dengan metode yang sebelumnya diterapkan.

Setelah mengetahui bahwa solusi berjalan dengan baik, maka komunikasikan kepada semua pihak terkait untuk tidak mengulangi konflik yang sebelumnya terjadi.

Pertanyaan Tentang Manajemen Konflik

  1. Apakah dampak yang terjadi pada perusahaan yang mengalami suatu konflik yang amat besar ?
    Dampak yang terjadi akan bergantung pada pangambilan keputusan dalam manajemen konflik, artinya dapat menjadi positif ketika manajemen dapat mengarahkan dan menyelesaikan konflik. Tetapi dapat menjadi negatif jika manajemen tidak dapat mengambil tindakan yang tepat. Terlebih jika masalahnya besar, maka dampaknya pun akan besar seperti kerugian amat besar atau sistem organisasi yang menjadi kacau.
    Contohnya ketika ada bahan material yang belum datang karena adanya keterlambatan pemasok untuk mengirim, sedangkan jika kita tidak melakukan produksi dalam satu minggu maka bahan lain akan kadaluarsa. Kita tidak dapat menyalahkan bagian pembelian secara sepihak, tetapi kita harus mendiskusikan bagaimana cara agar hal tersebut tidak terjadi. Misalnya dengan membeli bahan material dari pemasok lain atau melakukan analisa agar bahan lainnya tidak kadarluarsa.
  2. Bagaimana cara diskusi yang baik agar tidak menyudutkan salah satu pihak ?
    Cara diskusi yang baik adalah dengan memposisikan diri kita sebagai penengah bukan pihak pengambil keputusan. Selain itu, kita harus berlaku adil seperti tidak melihat kawan atau lawan. Hal ini semata-mata kita lakukan untuk mendapatkan informasi yang relevan dan akurat.

Tinggalkan Balasan