Manajemen Proses Bisnis : Pengertian, Tahapan, Manfaat, dan Contoh | Anyabila

Manajemen Proses Bisnis : Pengertian, Tahapan, Manfaat, dan Contoh

Para pelaku bisnis harus dapat menganalisa bagaimana proses bisnis itu berjalan. Dengan mengetahui proses tersebut, para pelaku bisnis dapat membuat perencanaan yang efektif dan dapat menanggulangi masalah. Oleh karena itu, para pelaku bisnis harus dapat memahami apa itu manajemen proses bisnis.

Singkatnya, manajemen proses bisnis bersifat menganalisa proses perusahaan yang berjalan, kemudian merancang dan mengoptimalkan.

Dalam artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai manajemen proses bisnis mulai dari pengertian, langkah proses, dan manfaatnya.

Pengertian Manajemen Proses Bisnis

Manajemen proses bisnis atau ( Business Process Management ) adalah metode yang secara konstan menganalisis, meningkatkan, dan mengotomatisasi proses. Namun, Business Process Management bukan sesuatu yang perusahaan lakukan sekali saja tetapi terus perusahaan tingkatkan. BPM termasuk dalam metode pengelolaan operasional perusahaan.

Dengan menerapkannya, Perusahaan harus mengetahui gambaran umum tentang siklus proses BPM atau Manajemen proses bisnis ( Business Process Management ). Yaitu, langkah-langkah tepat yang perlu perusahaan ambil untuk bekerja pada setiap proses yang ada.

5 Tahapan Manajemen Proses Bisnis

Manajemen proses bisnis memiliki 5 tahapan atau langkah dalam proses pengaplikasiannya, yaitu:

  1. Desain (Design)
  2. Pemodelan (Modeling)
  3. Analisis (Analyst)
  4. Pemantauan (Monitoring)
  5. Meningkatkan (Improving)

Desain (Design)

Setiap perusahaan memiliki proses. Namun, tidak semuanya benar-benar dapat perusahaan uraikan. Bagian “desain” berarti mengidentifikasi suatu proses dan mencari tahu dimana ia mulai, apa saja yang terdiri dari itu, dan dimana ia berakhir.

Baca Juga:  Pengertian Diagram Pareto dan Cara Pembuatannya Terlengkap

Pemodelan (Modeling)

Setelah Perusahaan mengidentifikasi suatu proses, perusahaan harus menggambarkannya dalam sebuah bagan model. Tanpa adanya penggambaran, proses analisis akan sangat sulit. Biasanya, pemodelan menggunakan diagram alur kerja jika prosesnya sederhana, atau salah satu dari banyak teknik pemetaan proses bisnis yang ada.

Analisis (Analyst)

Sekarang perusahaan sudah memiliki diagram alur kerja, maka dapat mulai menganalisisnya. Jawablah pertanyaan berikut untuk menganalisa operasional alur kerja. Apakah ada langkah-langkah dalam proses yang tidak benar-benar menambah nilai? Apakah ada cara untuk menghapusnya?. Dalam analisa ini kita akan mengeliminasi setiap proses yang tidak menghasilkan value atau nilai pada perusahaan.

Pemantauan (Monitoring)

Perusahaan tidak dapat meningkatkan proses tanpa mengetahui seberapa baik kinerja. Selain itu, harus dapat mengetahui apakah perubahan yang perusahaan buat memiliki dampak positif atau tidak. Sehingga memerlukan data pembanding berupa standar kinerja dan data hasil lapangan untuk mengetahui apakah perbaikan yang telah perusahaan buat memiliki dampak baik atau buruk. Pemantuan ini dilakukan dalam periode waktu tertentu.

Meningkatkan (Improving)

Setelah kita melakukan proses pemantauan, kita akan mengetahui apakah perubahan yang telah kita buat memiliki dampak positif atau tidak. Jika hasilnya positif, perusahaan dapat menerapkan perubahan tersebut, jika tidak perusahaan akan menggunakan metode lama sambil mencari metode baru yang lebih berhasil.

Manfaat Manajemen Proses Bisnis

Metodologi analisa ini memiliki banyak manfaat terhadap bisnis, sehingga banyak sekali para pelaku bisnis atau perusahaan yang menerapkan metode BPM ini. Tentunya faktor utama penerapan metode ini, yaitu agar perusahaan dapat menghadapi ketatnya persaingan bisnis.

Berikut ini adalah 4 manfaat BPM terhadap bisnis, yaitu:

  1. Mengefektifkan proses
  2. Meningkatkan keuntungan
  3. Meningkatkan K3
  4. Mengurangi biaya
  5. Visibilitas yang transparan
Baca Juga:  tujuan utama dari manufaktur dan manajemen produksi adalah

Mengefektifkan proses

Tujuan awal manajemen proses bisnis adalah untuk mengefektifkan proses bisnis yang ada. Tingkat efektifitas ini bisa kita lihat dari waktu proses yang lebih singkat, hasil output yang lebih banyak atau lebih berkualitas, dan tentunya mengurangi tingkat kecelakaan.

Meningkatkan keuntungan

Dengan meningkatnya hasil output tentunya meningkatkan produktivitas, dan perusahaan dapat lebih banyak menjual produk. Atau dengan berkurangnya waktu proses produksi, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional.

Sehingga BPM bukan hanya membuat proses lebih efektif, tetapi BPM juga dapat membantu perusahaan mendapatkan keuntungan yang lebih besar.

Meningkatkan K3

BPM bukan hanya memotong waktu proses atau mencoba terus meningkatkan output saja. Tetapi BPM akan meningkatkan K3 (Kesehatan dan keselamatan kerja) dalam prosesnya. Sehingga BPM tetap memperhatikan keamanan para pekerjanya.

Mengurangi biaya

Semakin efektifnya sebuah proses, maka biaya yang dikeluarkan pun akan semakin efisien. Dengan BPM kita dapat mengoptimalkan biaya proses dan menghilangkan proses yang perusahaan tidak perlukan.

Tentunya efek dari pengurangan biaya ini, perusahaan dapat menekan harga produk atau perusahaan dapat menarik untung lebih banyak.

Visibilitas yang transparan

BPM biasanya mengunakan sebuah sistem dalam pelaksanaannya, sehingga proses bisnis akan lebih jelas terlihat secara real time. Dengan adanya sistem ini memungkinkan sebuah perusahaan bekerja tanpa perlu menggunakan banyak sumber daya manusia.

Selain itu, dengan sistem yang lebih transparan, membuat manajemen lebih mudah untuk melakukan proses improvisasi karena mereka akan lebih mudah memahami bisnis yang mereka jalankan.

Contoh Manajemen Proses Bisnis

Dalam proses produksi pembuatan susu bubuk, fauzi sebagai manajer produksi ingin meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi proses produksi susu bubuk tersebut. Oleh karena itu ia mengusulkan untuk mengubah lay out ruang produksi seperti gambar berikut:

contoh Business Process Management (BPM) Atau Manajemen Proses Bisnis
Alur proses exist vs proses usulan

Data standar dengan proses semula (exist) memiliki masalah dari waktu proses yang lambat, sering terjadinya miss handling ketika proses pemindahan produk jadi sehingga rusak, dan karena proses pemindahan manual perlu adanya penambahan SDM.

Baca Juga:  Pengertian Karakteristik Individu Beserta Komponen-Komponennya

Setelah perusahaan melakukan trial (percobaan) dengan proses usulan maka didapatkan hasil sebagai berikut:

  1. Waktu proses lebih cepat 2x
  2. Kecelakaan kerja tidak terjadi
  3. Waktu biaya dalam jangka panjang akan lebih menurun

Maka dengan hasil tersebut, fauzi menerapkan proses perubahan tersebut. Dimana ia pun melakukan pemantauan proses berkelanjutan untuk kedepannya. Selain metode ini ada juga metode Business Process Reengineering (BPR).

19 Replies to “Manajemen Proses Bisnis : Pengertian, Tahapan, Manfaat, dan Contoh

  1. Hi all, here every person is sharing these kinds of familiarity, thus
    it’s good to read this blog, and I used to visit this web site everyday.

  2. Excellent goods from you, man. I’ve understand your stuff previous to and you are just extremely wonderful. I actually like what you have acquired here, really like what you’re stating and the way in which you say it. You make it enjoyable and you still care for to keep it sensible. I can not wait to read much more from you. This is actually a great website.

  3. Even though this system is currently not widely used, I believe that soon enough everything will change and it will become an integral part of any online gaming platform stromectol sale An interesting observation in this model is the dissociation between the level of total IGF IR and that of its phosphorylated form p IGF IR in the tamoxifen resistant tumors

Leave a Reply

Your email address will not be published.