Manajemen Rantai Pasokan : Pengertian dan Penjelasannya | Anyabila

Manajemen Rantai Pasokan : Pengertian dan Penjelasannya

Pengertian supply chain management / manajemen rantai pasokan adalah pengelolaan seluruh aliran produksi barang atau jasa mulai dari komponen mentah, hingga pengiriman produk akhir ke konsumen. Sehingga pada supply chain management sebuah perusahaan harus menciptakan jaringan pemasok (“link“) yang memindahkan produk dari pemasok bahan baku ke perusahaan yang berhubungan langsung dengan pengguna.

6 Proses Manajemen Rantai Pasokan

Setiap fase utama pergerakan produk melalui rantai pasokan dari bahan hingga produksi dan distribusi memiliki proses dan disiplin bisnis yang berbeda. Prosesnya mulai dari mencari tahu apa yang pelanggan inginkan.

Langkah awal perencanaan rantai pasokan yaitu, dengan perencanaan permintaan dan proses untuk mengumpulkan data historis, seperti penjualan pertahun. Kemudian, menerapkan analisis dan pemodelan statistik untuk membuat perkiraan atau rencana permintaan produk dari departemen penjualan ke departemen operasional. Perkiraan ini untuk menentukan jenis dan jumlah produk.

Beberapa perusahaan melakukan perencanaan permintaan sebagai bagian dari proses formal yang disebut perencanaan penjualan dan operasi. Kemudian, menetapkan proses berulang pengumpulan data, diskusi, rekonsiliasi rencana permintaan dengan rencana produksi dan persetujuan manajemen.

Beberapa perusahaan memasukkan perencanaan ini dalam proses yang lebih luas. Perencanaan ini terkenal dengan sebutan perencanaan bisnis terpadu (IBP) yang menggabungkan rencana departemen lain dalam satu rencana tunggal di seluruh perusahaan.

6 tahapan manajemen rantai pasokan

Supply chain management memiliki 6 tahapan/ komponen, yaitu:

1. Perencanaan (Planning)

Rencanakan dan kelola semua sumber daya yang perusahaan butuhkan untuk memenuhi permintaan pelanggan akan produk atau layanan perusahaan. Kemudian, ketika rantai pasokan telah ada, tentukan standar untuk mengukur apakah rantai pasokan efisien, efektif, memberikan nilai kepada pelanggan dan memenuhi tujuan perusahaan.

2. Sumber (Sourching)

Pilih pemasok untuk menyediakan barang dan jasa yang perusahaan butuhkan untuk menciptakan produk. Kemudian, buat proses untuk memantau dan mengelola hubungan dengan pemasok. Proses utama termasuk memesan, menerima, mengelola inventaris, dan melakukan pembayaran ke pemasok.

3. Pembuatan (Making)

Mengatur kegiatan yang perusahaan perlukan untuk menerima bahan baku, memproduksi produk, menguji kualitas, mengirimkan produk dan membuat jadwal pengiriman.

4. Pengiriman/ logistik (Delivery)

Mengkoordinasikan pesanan pelanggan, menjadwalkan pengiriman, mengirimkan barang, menagih pembayaran pelanggan, dan menerima pembayaran.

5. Pengembalian (Returning)

Buat jaringan atau proses untuk mengambil kembali produk yang cacat, berlebih, atau tidak diinginkan.

6. Penyanggupan (Enabling)

Menetapkan proses dukungan untuk memantau informasi di seluruh rantai pasokan dan memastikan kepatuhan dengan semua peraturan. Proses yang memungkinkan meliputi: keuangan, sumber daya manusia, IT, manajemen fasilitas, desain produk, penjualan dan jaminan kualitas.

Manfaat Rantai Pasokan

Manajemen rantai pasokan menghasilkan manfaat seperti efisiensi, laba lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan meningkatkan hubungan bisnis. Oleh karena itu, manajemen rantai pasokan memungkinkan perusahaan untuk mengelola permintaan dengan lebih baik, membawa persediaan dalam jumlah yang tepat, menangani masalah dalam proses, menjaga biaya seminimal mungkin dan memenuhi permintaan pelanggan dengan cara yang seefektif mungkin. Manfaat manajemen rantai pasokan/ SCM ini diperoleh dengan memilih strategi yang efektif dan perangkat lunak yang sesuai untuk mengelola kompleksitas rantai pasokan yang berkembang saat ini.

Baca juga:
1. Sifat dan prinsip manajemen operasional
2. Mengenal manajemen keanekaragaman

Pentingnya Manajemen Rantai Pasokan

Kegiatan supply chain management dapat meningkatkan layanan pelanggan. Jika dilakukan secara efektif, dapat membantu untuk memastikan kepuasan pelanggan dengan memastikan produk yang diperlukan tersedia di lokasi yang benar pada waktu yang tepat. Dengan meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan, perusahaan dapat membangun dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

Supply chain management juga memberikan keuntungan besar bagi perusahaan dengan mengurangi biaya operasional. Kegiatan tersebut dapat mengurangi biaya pembelian, produksi dan total rantai pasokan. Menurunkan biaya meningkatkan posisi keuangan perusahaan dengan meningkatkan laba dan arus kas. Selain itu, jika manajemen rantai pasokan diberlakukan secara optimal dapat meminimalkan penggunaan aset tetap besar yang berlebihan seperti gudang dan kendaraan. Peran penting manajemen rantai pasokan dalam masyarakat adalah membantu memastikan kelangsungan hidup manusia dengan meningkatkan layanan kesehatan.

Supply chain management juga dapat meningkatkan kualitas hidup dengan mendorong penciptaan lapangan kerja, memberikan landasan bagi pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan standar kehidupan. Menyediakan banyak peluang kerja, karena para profesional rantai pasokan merancang dan mengendalikan semua rantai pasokan dalam masyarakat serta mengelola kontrol persediaan, pergudangan, pengemasan, dan logistik. Masyarakat dengan infrastruktur rantai pasokan yang kuat dan maju dapat secara efisien bertukar barang dengan biaya lebih rendah, memungkinkan konsumen membeli lebih banyak produk sehingga memberikan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan standar kehidupan.

Faktor Pendukung Manajemen Rantai Pasokan

Rantai pasokan adalah “wajah” bisnis yang paling jelas bagi pelanggan. Semakin baik dan semakin efektif SCM perusahaan, semakin baik ia melindungi reputasi bisnis dan keberlanjutan jangka panjangnya.

Simon Ellis dari IDC dalam The Thinking Supply Chain mengidentifikasi lima “C” yang dapat mengefektifkan SCM:

  • Terhubung (Connected): Mampu mengakses data dari media sosial, data dari Internet of Things (IoT) dan lebih banyak set data tradisional yang tersedia melalui alat integrasi ERP dan B2B tradisional.
  • Kolaboratif (Collaborative): Meningkatkan kolaborasi dengan pemasok maka penggunaan jaringan perdagangan berbasis cloud untuk memungkinkan kerjasama dan keterlibatan multi-perusahaan.
  • Sadar dunia maya (Cyber aware): Rantai pasokan harus menguatkan sistemnya dari peretasan maya yang seharusnya menjadi perhatian perusahaan.
  • Diaktifkan secara kognitif ( Cognitively enabled ): Platform AI menjadi menara kontrol rantai pasokan modern dengan menyusun, mengoordinasi, dan melakukan keputusan dan tindakan di seluruh rantai pasokan.
  • Komprehensif (Comprehensive): Kemampuan analisis harus ditingkatkan dengan data secara real time.

Tinggalkan Balasan