Materi Sistem Gerak Manusia IPA Kelas 8 Terlengkap

Anyabila.com Materi Sistem Gerak Manusia IPA Kelas 8 Terlengkap Sistem Gerak Manusia IPA Kelas 8 Salah satu ciri makhluk hidup adalah bergerak. Manusia bergerak menggunakan sistem gerak yang tersusun atas beberapa bagian.

Sistem gerak manusia saling berkaitan satu sama lain dan memiliki fungsi yang berbeda. Bagian tubuh manusia yang berfungsi untuk menggerakkan disebut alat gerak. Alat gerak manusia ada beberapa macam antara lain rangka, otot, dan sendi.

Tanpa adanya rangka bentuk tubuh manusia tidak akan bisa tegak karena rangka berfungsi untuk menopang tubuh. Rangka juga tidak akan bisa digerakkan tanpa adanya sendi dan otot. Oleh karena itu, sistem gerak pada sangat penting dan saling berhubungan satu dengan yang lain.

Untuk penjelasan yang lebih rinci, mari kita simak materi yang telah admin bagikan untuk siswa/siswa dan juga guru. Materi ini dapat membantu untuk mempermudah belajar dan memahami materi.

Berikut ini materi tentang Sistem Gerak Manusia IPA Kelas 8 Terlengkap yang bisa kalian pelajari untuk lebih memahami pembelajaran dan juga menambah wawasan tentang sistem gerak manusia.

Materi Sistem Gerak Manusia IPA Kelas 8 Terlengkap

Manusia tidak pada umumnya tidak dapat bergerak tanpa adanya sistem gerak. Apa sistem gerak itu? Kemudian, apa saja yang termasuk ke dalam sistem gerak manusia?

Sistem gerak merupakan satu kesatuan sistem yang ada di dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai pengatur gerak manusia. Ada tiga bagian penyusun sistem gerak pada manusia diantaranya rangka, sendi, dan otot.

A. RANGKA

Rangka Manusia - Anyabila.com
Rangka Manusia – Anyabila.com

Rangka adalah alat gerak yang bersifat pasif dalam tubuh manusia dan tersusun atas tulang-tulang yang saling berkaitan satu sama lain. Sifat pasif pada rangka manusia menyebabkan rangka hanya sebagai tempat untuk melekatkan otot.

Yang pada umumnya rangka tidak dapat bergerak sendiri tanpa otot tersebut. Rangka memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh manusia sebagai berikut,
a. Sebagai penopang tubuh manusia.
b. Memberikan bentuk tubuh pada manusia.
c. Sebagai tempat melekatnya otot dalam tubuh.
d. Sebagai tempat pelindung organ dalam dan bersifat vital.
e. Sebagai tempat pembentukan sel darah.
f. Sebagai tempat penyimpana kalsium.

Rangka pada manusia terbagi menjadi dua jenis yaitu rangka aksial dan rangka apendikular. Rangka aksial adalah rangka yang berada pada sumbu tubuh dan memiliki fungsi untuk menjaga bentuk postur tubuh manusia agar selalu tegak.

Contoh rangka aksial yaitu tulang tengkorak, tulang dada, tulang rusuk, tulang ekor, dan ruas-ruas tulang belakang. Sedangkan rangka apendikular adalah rangka yang berada pada sumbu tubuh dan berfungsi sebagai pelengkap dari rangka aksial. Contoh dari rangka apendikular sebagai berikut tulang anggota gerak bagian atas dan tulang anggota gerak bagian bawah.

1. Jenis Tulang pada Sistem Rangka

Tulang pada sistem rangka dibagi menjadi 4 macam berdasarkan bentuknya yaitu sebagai berikut,

a. Tulang Panjang atau Pipa
Tulang panjang adalah tulang yang berbentuk panjang yang terbentuk dari perpanjangan dari bonggol tulang atau epifise. Contoh dari tulang panjang yaitu tulang lengan (humerus).

b. Tulang Pipih
Merupakan tulang yang berbentuk pipih. Contoh dari tulang pipih yaitu tulang-tulang penyusun tengkorak, tulang rusuk, dan tulang dada.

c. Tulang Pendek
Tulang pendek adalah tulang yang berbentuk pendek dan bersifat ringan dan kuat yang mampu menahan beban berat. Contoh dari tulang pendek yaitu tulang pergelangan tangan, telapak tangan, dan telapak kaki.

d. Tulang Tak Beraturan
Merupakan tulang yang bentuknya tidak beraturan dan juga terdiri dari gabungan berbagai bentuk tulang. Kemudian beberapa contoh dari tulang ini diantaranya tulang wajah dan juga tulang yang terdapat pada ruas-ruas tulang belakang.

2. Struktur Tulang

Tulang memiliki struktur yang kasar dan juga terdapat benjolan pada bagian ujungnya, memiliki bentuk yang bulat serta terdapat titik-titik kasar. Selain itu, juga bentuknya terdapat tonjolan, lekukan, dan lubang.

Bagian-bagian tersebut mempunyai fungsi masing-masing yang berbeda. Lekukan dan juga tonjolan memiliki fungsi untuk tempat melekatnya otot. Sedangkan lubang berfungsi untuk tempat keluar dan masuknya pembuluh darah dan saraf.

Pada permukaan tulang terdapat suatu membran yang berfungsi untuk menutupi tulang dengan kuat yang disebut dengan periostum. Selain itu periostum juga berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan perbaikan tulang. Membran ini memiliki pembuluh darah kecil yang berfungsi sebagai pembawa dan juga penyalur zat makanan ke dalam tulang.

Terdapat tulang keras yang ada di bagian bawah periostum yang disebut tulang kompak. Tulang ini tersusun atas beberapa kandungan yang menyusunnya. Kandungan tersebut misalnya pembuluh darah, zat kapur atau fosfor, dan serabut elastis.

Zat fosfor yang terkandung memiliki fungsi sebagai pengeras tulang. Tanpa adanya zat ini tulang kita akan terasa lembek. Sedangkan serabut elastis sendiri berfungsi sebagai pertahanan tulang agar tidak mudah rapuh.

Di dalam tulang panjang atau tulang pipa terdapat tulang spons yang letaknya berada di ujung tulang. Dengan adanya tulang spons membuat tulang terasa ringan.

Selain itu, tulang panjang memiliki sum-sum. Sum-sum merupakan jaringan berlemak yang terletak di tengah tulang panjang. Sum-sum terbagi menjadi dua yaitu sum-sum merah dan sum-sum kuning.

Keduanya dapat ditemukan pada tulang panjang bagian ujung diantara tulang spons untuk yang merah. Sedangkan yang kuning berada pada tengah tulang panjang yang berisi lemak.

Sum-sum menghasilkan sel darah merah dan sel darah putih. Biasanya sel darah merah yang dihasilkan jumlahnya lebih banyak daripada sel darah putih.

Pada bagian ujung tulang panjang tertutupi oleh tulang rawan (kartilago). Tulang rawan terdapat pada ujung tulang rusuk, hidung, telinga dan dinding saluran pernapasan.

3. Perkembangan Tulang

Proses perkembangan tulang akan terjadi secara bertahap. Tulang rawan pada umumnya akan berkembang menjadi tulang keras. Meskipun demikian, tidak semua tulang rawan akan berkembang menjadi tulan keras.

Misalnya pada tulan hidung dan telinga sampai kapanpun akan tetap menjadi tulang rawan. Osifikasi adalah proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras.

Proses osifikasi yang pertama yaitu dengan melebarnya bagian tengah tulang rawan keseluruh arah yang kemudian akan membentuk pembuluh darah. Pembuluh darah ini berfungsi sebagai alat transportasi yang membawa mineral (kalsium).

Selain mengalami osifikasi tulang juga mengalami fusi penggabungan yaitu bertambahnya jumlah tulang seiring pertambahan usia.

B. Sendi

Sendi merupakan tempat bertemunya dua tulang atau lebih yang berfungsi sebagai penggerak tulang.

Sistem Gerak manusia yang kedua terbagi menjadi dua jenis yaitu amfiartrosis dan diartrosis. Amfiartrosis dapat digerakkan namun terbatas sedangkan, diartrosis dapat digerakkan secara bebas.

  1. Sendi Peluru
Sendi Peluru - Anyabila.com
Sendi Peluru – Anyabila.com

Merupakan sendi yang dapat berputar ke segala arah. Misalnya terdapat pada tulang lengan atas dan tulang belikat, tulang paha dan tulang pinggul.

2. Sendi Engsel

Sendi Geser - Anyabila.com
Sendi Geser – Anyabila.com

Merupakan sendi yang hanya dapat bergerak satu arah. Misalnya terdapat pada siku lengan dan lutut.

3. Sendi putar

Sendi Putar - Anyabila.com
Sendi Putar – Anyabila.com

Adalah sendi yang dapat berputar sesuai porosnya dan berfungsi sebagai poros itu sendiri. Contohnya terdapat pada tulang tengkorak dengan tulang leher.

4. Sendi pelana

Sendi Pelana - Anyabila.com
Sendi Pelana – Anyabila.com

Sendi yang dapat bergerak kedua arah yaitu ke muka, belakang dan samping. Contohnya pada pangkal ibu jari.

5. Sendi geser

Sendi Geser - Anyabila.com
Sendi Geser – Anyabila.com

Sendi ini memungkinkan tulang dapat bergerak ke depan dan ke belakang. Prinsip kerjanya yaitu bergerak menggeser di atas tulang lain. Contohnya terdapat pada pergelangan tangan dan pergelangan kaki, dan diantara tulang belakang.

C. Otot

1. Fungsi otot

Otot - Anyabila.com
Otot – Anyabila.com

Otot berfungsi sebagai alat gerak aktif yang artinya penggerak seluruh bagian tubuh. Otot dapat berkontaksi menjadi lebih pendek yang mengakibatkan tubuh kita bergerak.

Contohnya pada otot bisep dan trisepyang terdapat pada lengan. Saat lenganmu membesar artinya otot bisep mengalami kontraksi dan lenganmu akan terangkat begitupula sebaliknya.

Otot yang bekerja pada saat kita sadar dapat kita kendalikan misalnya otot yang bekerja saat kita menulis, makan dan lain-lain. Sedangkan, otot yang bekerja dan tidak dapat dikendalikan contohnya terdapat pada aktivitas otot jantung,lambung, dan lain-lain.

2. Jenis Otot

Jenis Otot - Anyabila.com
Jenis Otot – Anyabila.com

Sistem gerak otot terbagi menjadi tiga jenis sebagai berikut,

a. Otot Rangka
Otot ini memiliki ciri-ciri mempunyai garis melintang. Terletak melekat pada tulang dengan bantuan tendon. Tendon merupakan pita tebal yang berserabut yang berfungsi melekatkan otot pada tulang.

Otot ini termasuk kedalam otot sadar yang dapat kita kendalikan. Pada umumnya, otot ini cenderung mudah lelah karena sering digunakan beraktivitas.

b. Otot Polos

Ciri dari otot ini yaitu memiliki inti pada setiap selnya dan berbentuk gelondong. Biasanya terdapat pada dinding lambung usus, rahim, kantung empedu dan pembuluh darah.

c. Otot Jantung

Ciri dari otot ini yaitu memiliki garis-garis seperti pada otot rangka. Otot ini hanya terdapat pada jantung dan tegolong otot tidak sadar seperti halnya otot polos.

D. Gangguan pada Sistem Gerak Manusia

Sistem gerak manusia dapat mengalami gangguan-gangguan yang dapat disebabkan oleh beberapa hal. Gangguan tersebut diantaranya,

a. Riketsia

Dapat terjadi karena kurangnya asupan vitamin D. Penyakit ini biasanya menyerang anak-anak yang menyebabkan tulang tumbuh membengkok .

b. Osteoporosis

Pada umumnya dikenal dengan pengeroposan tulang. Osteoporosis karena kekurangan kalsium dan sering terjadi pada orang yang berusia lanjut.

c. Artritis

Artritis merupakan penyakit yang menyerang sendi dan dapat terjadi karena metabolisme asam urat yang terganggu.

d. Fraktura (patah tulang)

Biasanya terjadi saat terjadi benturan yang keras dan mengenai tulang. Misalnya pada saat kita mengalami kecelakaan atau jatuh dari ketinggian.

e. Kifosis, Lordosis dan Skoliosis

Penyakit ini menyerang tulang belakang. Berikut ini merupakan beberapa contonya.
Lordosis adalah kelainan pada tulang leher dan panggul yang terlalu membengkok ke depan.
kifosis adalah kelainan pada tulang punggung yang terlalu membengkok ke belakang.
skoliosis adalah kelainan pada ruas-ruas tulang belakang yang membengkok ke samping.

Kesimpulan Materi Sistem Gerak Manusia IPA Kelas 8 Terlengkap

Sistem Gerak manusia tersusun dari tiga bagian. Pertama rangka, yang kedua sendi dan yang terakhir otot. Semua bagian ini saling berhubungan.

Rangka tersusun dari tulang yang berbeda bentuk misalnya tulang panjang, tulang pipih, tulang pendek dan tulang tidak beraturan. Lalu pada sendi terbagi menjadi sendi pelana, sendi putar, sendi engsel, sendi peluru dan sendi geser.

Sedangkan, otot terbagi menjadi tiga jenis yaitu otot rangka, otot polos dan otot jantung. Masing-masing otot tersebut memiliki fungsi dan peranan yang berbeda.

Demikian postingan mengenai Materi IPA Kelas 8 Sistem Gerak Manusia yang dilengkapi dengan gambar. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk siswa dan guru pengajar.

Tinggalkan Balasan