Organisasi Formal Dan Informal : Perbedaan dan Penjelasan Lengkap | Anyabila

Organisasi Formal Dan Informal : Perbedaan dan Penjelasan Lengkap

Pengertian organisasi secara umum adalah sekumpulan orang yang memiliki tujuan yang sama. Organisasi ada 2 jenis yaitu organisasi formal dan informal.

organisasi formal dan informal

Perbedaan Organisasi Formal dan Informal

Organisasi Formal

Organisasi formal adalah organisasi yang terbentuk dari dua atau lebih orang dengan tujuan atau cita-cita yang sama serta terikat dengan hubungan yang resmi dan rasional. Contohnya adalah perseroan, universitas, sekolah, dan pemerintah.

Ciri organisasi formal adalah sebagai berikut:

  1. Adanya keterikatan yang resmi, rasional dan acap kali memiliki kontrak hukum. Contohnya adalah pegawai akan menandatangani kontrak ketika bergabung di sebuah perusahaan. Kontrak tersebut akan berisikan gaji dan aturan perusahaan.
  2. Mempunyai bagan kerja dan struktur organisasi yang jelas. Bagan kerja ini akan terdiri dari ketua tertinggi, para manajer dan staf.
  3. Mempunyai visi dan misi. Organisasi akan memiliki arah dan tujuan yang jelas.
  4. Tiap anggota organisasi jelas peran dan jabatannya. Contohnya akan ada yang menjabat sebagai CEO, Manajer dan anggota staf biasa.
  5. Hubungan dan komunikasi tiap anggota berdasarkan kepentingan organiasi secara umum.

Organisasi Informal

Sedangkan organisasi informal adalah dua atau lebih orang yang memiliki kegiatan atau tujuan yang sama serta tidak terikat secara resmi atau terbentuk tanpa mereka sadari. Contohnya adalah arisan, kelompok bermain dan pengajian.

Ciri organisasi informal adalah sebagai berikut:

  1. Tidak adanya keterikatan tiap anggota, sehingga berhak pergi kapan pun namun terkadang memiliki sanksi sosial. Contohnya adalah kelompok bermain anak, ketika anak itu sudah tidak mau bermain dia bisa pergi dari kelompok bermain dengan bebas.
  2. Tidak ada bagan kerja.
  3. Tidak memiliki visi tetapi mempunyai tujuan yang sama. Contohnya adalah arisan ibu-ibu RT. Mereka memiliki tujuan untuk melakukan arisan dan menyelesaikannya, tetapi tidak mempunyai visi untuk kedepannya.
  4. Tiap anggota memiliki peran namun tidak terperinci seperti organisasi formal. Contohnya adalah arisan ibu-ibu. Anggota arisan akan ada yang memiliki peran sebagai pengocok arisan, penyedia tempat dan penyedia konsumsi.
  5. Hubungan tiap anggota sangat baik dan terikat dalam waktu yang lama.

Tinggalkan Balasan