Budaya Organisasi Perusahaan : Pengertian dan Proses Terbentuk | Anyabila

Budaya Organisasi Perusahaan : Pengertian dan Proses Terbentuk

Budaya organisasi merupakan hal yang menyatukan tiap individu yang ada di perusahaan mulai dari pemilik perusahaan hingga ke jabatan terendah dalam perusahaan itu sendiri. Lalu, apa sebenarnya budaya organisasi perusahaan ? Mari kita bahas !

Budaya adalah pola perilaku yang konsisten dan dapat teramati dalam suatu kelompok baik masyarakat luas, kelompok masyarakat atau pun organisasi.

“Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali.”

Aristoteles

Pandangan ini mengangkat perilaku atau kebiasaan yang berulang sebagai inti dari budaya dan menekankan apa yang orang rasakan, pikirkan, atau yakini.

Budaya organisasi adalah hal yang mencakup harapan organisasi, pengalaman, filosofi, serta nilai-nilai yang membentuk perilaku anggota, dan terlihat dalam citra diri anggota, cara kerja, interaksi dengan dunia luar, dan harapan masa depan.

Maka budaya organisasi perusahaan adalah visi dan misi perusahaan yang membentuk nilai-nilai dan perilaku anggota, dan terlihat dengan cara bekerja dan mengikuti aturan perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Budaya organisasi perusahaan tidak tercipta dalam waktu yang singkat
Gambar 1. Budaya organisasi perusahaan tidak tercipta dalam waktu yang singkat

Sehingga budaya organisasi perusahaan tidak tercipta dalam waktu proses yang singkat. Namun, ada waktu pembentukan budaya tersebut.

Pelopor budaya perusahaan adalah para petinggi manajemen (Top management), mereka akan membentuk budaya melalui visi dan misi perusahaan. Yang kemudian, visi dan misi tersebut akan para manajer terjemahkan agar mudah para anggota dan staf untuk memahaminya.

Alur Terbentuknya Budaya Organisasi Perusahaan

Para pemimpin bisnis merupakan komponen penting dalam penciptaan dan komunikasi budaya tempat kerja mereka. Namun, hubungan antara kepemimpinan dan budaya tidak sepihak.

Sementara pemimpin adalah arsitek utama budaya, budaya yang mapan memengaruhi tipe kepemimpinan seperti apa yang mungkin mereka lakukan (Schein, 2010).

Atau sederhananya, pemimpin adalah pencipta budaya itu sendiri.

Para pemimpin harus memaksimalkan peran mereka dalam memelihara atau mengembangkan budaya organisasi. Budaya tertanam dan mapan menggambarkan bagaimana orang harus bersikap dan apa yang dapat membantu karyawan mencapai tujuan mereka.

Kerangka perilaku ini, pada gilirannya, memastikan kepuasan kerja yang lebih tinggi ketika seorang karyawan merasa seorang pemimpin membantunya menyelesaikan suatu tujuan (Tsai, 2011).

alur terciptanya budaya organisasi perusahaan
Gambar 2. Alur terciptanya budaya organisasi

Sehingga alur terciptanya budaya organisasi perusahaan adalah sebagai berikut:

  1. Pertama, Pemimpin tertinggi perusahaan memiliki komitmen untuk perusahaannya
  2. Kedua, Pemimpin lalu menuangkan ide dan gagasannya tersebut dalam visi dan misi perusahaan
  3. Ketiga, Visi dan Misi disebarkan kepada setiap anggota perusahaan, dimana awalnya akan disebarkan kepada para manajer, lalu para manajer akan menerjemahkannya kepada para anggota dibawahnya.
  4. Keempat, Pengaplikasian ide dan gagasan.
  5. Kelima, Terus berulang dengan baik dan jadilah budaya perusahaan.

1. Komitmen pemimpin tertinggi

Dalam penciptaan budaya perusahaan, semua akan berasal dari para pemimpin tertinggi. Artinya, budaya merupakan hasil dari komitmen dan tujuan apa yang akan mereka ingin gapai.

Semakin tinggi komitmen para petinggi, maka akan semakin baik juga tatanan budaya, perencanaan untuk mencapai tujuan, dan hasil yang mereka dapatkan.

Sebaliknya, jika komitmen dari para petinggi sangatlah rendah, maka kita tidak bisa mengharapkan tatanan budaya, perencanaan dan hasil yang akan kita dapatkan baik.

Komitmen ini yang akan menentukan arah kemana perusahaan akan maju.

Gambar 3. Perumusan ide dan gagasan akan tertuang dalam visi dan misi perusahaan

2. Penuangan ide dan gagasan

Setelah arah komitmen para petinggi jelas dan kuat.

Mereka perlu menuangkan komitmen tersebut dalam sebuah media yang dapat tersalurkan kepada seluruh anggota. Oleh karena itu, para pemimpinperlu menuangkan komitmen mereka pada visi dan misi perusahaan.

Visi adalah gambaran 5 tahun atau lebih apa yang ingin perusahaan capai.

Misi adalah cara bagaimana perusahaan dapat meraih visi tersebut dalam waktu 5 tahun atau lebih.

Tentunya, visi dan misi ini haruslah masuk akal dan tidak terlalu berlebihan. Karena, visi dan misi yang terlalu berlebihan hanya akan menurunkan komitmen para anggotanya.

Misalnya adalah visi rajamanajemen akan menjadi situs web edukasi terbaik internasional dalam bidang manajemen dan bisnis selama 5 tahun.

Tentunya, hal tersebut adalah sesuatu yang tidak rasional bisa kita gapai selama 5 tahun. Dan sebagai anggota saya akan menertawakan visi tersebut daripada berkomitmen untuk bersama-sama menggapainya.

Akan berbeda, jika visi dari Rajamanajemen menjadi situs web edukasi manajemen terbaik di Indonesia selama 5 tahun ke depan. – Hal ini lebih masuk akal daripada visi sebelumnya.

Oleh karena itu, visi haruslah rasional.

3. Distribusi visi dan misi

Setelah perusahaan memiliki visi dan misi. Sekarang waktunya, perusahaan untuk mendistribusikan visi dan misi tersebut kepada seluruh anggota.

Dalam pendistribusiannya, akan melalui beberapa tahapan, yaitu: distribusi kepada para manajer, kemudian penejermahan visi dan misi oleh manajer, yang nantinya baru para manajer sebarluaskan kepada para anggotanya.

Para anggota staf tidak akan mudah mencerna komitmen para petinggi secara umum. Mereka perlu mendapatkan perencanaan yang mendetail dan tugas apa yang akan mereka lakukan nantinya.

Oleh karena itu, para manajer perlu menerjemahkan visi dan misi menjadi poin-poin tugas yang lebih mendetail.

dalam budaya organisasi Manajer bertugas untuk menerjemahkan visi dan misi perusahaan
Gambar 4. Manajer bertugas untuk menerjemahkan visi dan misi

4. Pengaplikasian ide dan gagasan

Dengan terperincinya tugas para anggota perusahaan, mereka dapat bekerja untuk mengaplikasikan ide dan gagasan para petinggi manajemen.

Mereka akan mematuhi semua aturan yang perusahaan berlakukan dan mengerjakan apa yang perusahaan tugaskan. Dengan pengaplikasian ini, tujuan para petinggi manajemen dapat tergapai.

Selain itu, dalam pengaplikasian ide dan gagasan, para manajer akan mengawasi seluruh kinerja para anggotanya. Mereka pun akan bertugas dalam mengarahkan atau membimbing dalam mengerjakan tugas yang mereka emban.

Pahami juga 10 Peran Manajer Dalam Organisasi Yang Perlu Kamu Ketahui.

Dan mereka akan melaporkan kinerja divisi yang mereka awasi kepada para petinggi manajemen.

5. Pengaplikasian berulang

Lambat laun, dengan proses yang terus berulang. Budaya perusahaan akan terbentuk dan menjadi hal yang biasa para anggota perusahaan untuk mereka lakukan.

Tentunya, dalam pelaksanaan ini, perusahaan pun harus terus melakukan inovasi dan perkembangan agar mendapatkan hasil yang lebih optimal.

Dari perspektif ini, budaya organisasi perusahaan, kepemimpinan, dan kepuasan kerja semuanya terkait erat dan merupakan value bagi perusahaan.

Tinggalkan Balasan