14 Prinsip Manajemen Henry Fayol Dalam Ilmu Manajemen | Anyabila

14 Prinsip Manajemen Henry Fayol Dalam Ilmu Manajemen

Dalam materi ini akan membahas mengenai 14 prinsip manajemen henry fayol yang merupakan pakar dari ilmu manajemen.

Henry Fayol (1841-1925) adalah bapak teori modern manajemen industri dan umum. Ia mendapatkan penghargaan karena membuat prinsip-prinsip dasar manajemen secara terstruktur. Kemudian, ia memperoleh gelar insinyur, Henry Fayol, bergabung sebagai chief executive di sebuah perusahaan pertambangan batubara.

Dia mengembangkan prinsip-prinsip manajemen dan teori manajemen umum dan menerbitkannya dalam bentuk buku (dalam bahasa Prancis) ““Administration Industrielle et Generale”” pada tahun 1916. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada tahun 1929.

Seiring waktu, Henry Fayol diakui sebagai pendiri teori manajemen modern. Analisisnya tentang proses manajemen menjadi dasar dari keseluruhan teori manajemen yang terstruktur. Selain itu, ia pun mengemukakan tentang Prinsip Manajemen Henry Fayol.

Kemudian, pada tahun 1949 bukunya terbit di Amerika Serikat dan sejak saat itu teorinya menjadi terkenal. Dan buku tersebut menjadi acuan pemikiran manajemen modern.

Teori Henri Fayol menyatakan bahwa semua organisasi memerlukan proses atau fungsi rasional yang sama.

Hal ini didasarkan pada dua asumsi, yaitu:

  1. Pertama, meskipun tujuan organisasi mungkin berbeda. Misalnya, bisnis, pemerintah, pendidikan, atau agama, namun ada proses manajemen inti yang tetap sama untuk semua lembaga.
  2. Kedua, proses manajemen administratif dapat mengerucut menjadi seperangkat fungsi terpisah dan prinsip-prinsip terkait.

Dia juga menekankan bahwa prinsip-prinsipnya berlaku tidak hanya untuk bisnis tetapi juga untuk politik, militer dan lainnya.

Baca juga: 10 Peran Yang Harus di Miliki oleh Manajer Menurut Henry Mintzberg

prinsip manajemen henry fayol
Gambar 1. 14 prinsip manajemen Henry Fayol

14 Prinsip Manajemen Henry Fayol

Selain kegiatan manajemen, Fayol mengidentifikasi 14 prinsip manajemen sebagai acuan manajer bagaimana melaksanakan tugas fungsional mereka, yaitu:

  1. Pembagian kerja
  2. Keseimbangan wewenang dan tanggung jawab
  3. Disiplin
  4. Kesatuan perintah
  5. Kesatuan arah
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi daripada pribadi
  7. Kompensasi yang adil
  8. Sentralisasi
  9. Pembagian otoritas kerja
  10. Tata tertib
  11. Keadilan atau Kesetaraan
  12. Stabilitas masa jabatan anggota
  13. Inisiatif
  14. Semangat kesatuan
Baca Juga:  Jenis Struktur Organisasi : Pengertian dan Perbedaan 9 Jenis Struktur

Pendapatnya tentang manajemen adalah proses berkelanjutan yang dimulai dengan perencanaan dan diakhiri dengan pengendalian yang masih eksis hingga saat ini.

1. Pembagian Kerja

Dalam organisasi, pembagian kerja harus sesuai dengan latarbelakang, kemampuan dan pengalaman anggota. Hal tersebut karena, pembagian kerja yang sesuai akan meningkatkan nilai produktifitas, efisiensi dan keefektifan suatu organisasi.

Oleh karena itu, seorang manajer perlu mengetahui latarbelakang anggotanya. Dan tentunya, semakin besar tanggung jawab yang diemban, maka semakin besar pula hak yang harus diberikan.

prinsip manajemen henry fayol manajer harus dapat membagi tugas, wewenang dan tanggung jawab
Gambar 2. Dalam prinsip manajemen henry fayol manajer harus dapat membagi tugas, wewenang dan tanggung jawab

2. Keseimbangan wewenang dan tanggung jawab

Kemajuan organisasi tentunya bukan hanya kemajuan dari segi keuntungan saja. Tetapi kemajuan dari anggotanya juga. Sehingga wewenang yang organisasi berikan harus berbanding lurus dengan tanggung jawabnya.

Tanpa adanya keseimbangan wewenang dan tanggung jawab, akan membuat perpecahan secara internal kepada organisasi.

Bayangkan jika seorang diberikan wewenang sebagai manajer, namun ia hanya memiliki tanggung jawab sebagai seorang staf. Dan seorang staf memiliki tanggung jawab seperti seorang manajer. Tentunya hal tersebut tidaklah adail. Selain itu, hal tersebut pun akan mengurangi produktifitas dan kualitas dari output yang mereka hasilkan.

Oleh karena itu, seorang pemimpin atau manajer harus dapat membagi wewenang dan tanggung jawab yang seimbang kepada tiap anggotanya.

3. Disiplin

Sikap disiplin merupakan sikap anggota menyikapi aturan organisasi. Kedisiplinan harus anggota organisasi terapkan, karena hal tersebut adalah cerminan dari komitmen mereka.

Anggota organisasi yang tidak disiplin hanya akan menjadi ‘duri dalam daging’. Ia akan merugikan organisasi dari kinerja dan lambat laun akan mempengaruhi anggota yang lain.

Terlebih jika yang melanggan kedisiplinan ini adalah seorang manajer. Hal tersebut akan berdampak sangat cepat dan luas, karena manajer memiliki peran sebagai role model dan pemimpin mereka. Tentunya, anggota organisasi akan meniru pemimpin mereka. Silahkan pahami 10 Peran Manajer Dalam Organisasi Yang Perlu Kamu Ketahui.

Harus adanya kesatuan perintah dan kedisiplinan agar prinsip manajemen henry fayol dapat diterapkan
Gambar 3. Harus adanya kesatuan perintah dan kedisiplinan agar prinsip manajemen henry fayol dapat diterapkan

4. Kesatuan perintah

Organisasi harus memiliki kesatuan perintah yang jelas dan terarah. Hal ini karena, organisasi harus bergerak lurus untuk mencapai tujuan mereka.

Kesatuan perintah ini tercipta dengan adanya divisi-divisi pada organisasi yang tiap divisi memiliki pemimpin. Tiap pemimpin pun memiliki 1 komando dibawah CEO atau pemilik.

5. Kesatuan arah

Organisasi harus memiliki 1 kesatuan arah yang jelas. Hal ini karena, organisasi harus bergerak lurus untuk mencapai tujuan mereka.

Baca Juga:  pengertian manajemen menurut mary parker follet, Malayu S.P. Hasibuan, dan G.R.Terry

Kesatuan arah ini dapat berupa visi dan misi organisasi yang telah dibuat oleh manajemen level tinggi. Anggota organisasi wajib mengikuti apa yang organisasi mereka inginkan dan ekspetasikan.

Manajer bertugas untuk mengarahkan dan mengawasi anggotanya agar terus berada dalam 1 arah dan 1 kesatuan perintah yang telah manajemen level tinggi atau pemilik inginkan.

Gambar 4. Anggota harus mementingkan kepentingan organisasi

6. Mengutamakan kepentingan organisasi daripada pribadi

Anggota organisasi wajib mementingkan organisasinya daripada organisasi lain, individu atau khalayak luas. Hal ini karena organisasi telah memberikan haknya misalnya gaji, dan organisasi mengharapkan timbal balik dari hal tersebut.

Tentunya bukan karena faktor itu saja.

Dengan anggota organisasi yang mementingkan kepentingan organisasi, hal itu akan berdampak pada kinerja produktifitas dan hasil output yang baik.

Sehingga organisasi akan lebih cepat dalam meraih tujuannya.

7. Kompensasi yang adil

Sama halnya dengan pemberian wewenang dan tanggung jawab yang adil. Tentunya semakin berat tanggung jawab dan semakin tinggi jabatan harus berbanding lurus dengan kompensasi yang seimbang.

Jika kompensasi yang diberikan oleh organisasi tidak selaras dengan tanggung jawab yang diemban. Lambat laun, orang-orang yang kompeten akan meninggalkan organisasi.

kenaikan kompensasi berdasarkan keputusan manajemen
Gambar 5. Kenaikan kompensasi berdasarkan keputusan manajemen

8. Sentralisasi

Sentralisasi menyiratkan pemusatan wewenang pengambilan keputusan pada manajemen puncak (dewan eksekutif). Pembagian wewenang untuk proses pengambilan keputusan dengan tingkat yang lebih rendah (manajemen menengah dan bawah), disebut sebagai desentralisasi oleh Henri Fayol.

Pengambilan keputusan ini baiknya secara merata dan tidak dominan sentralisasi atau pun desentralisasi.

9. Pembagian otoritas kerja

Manajer harus dapat membagi otoritas kerja sesuai dengan porsinya. Hal ini sama halnya dengan pembagian wewenang dan tanggung jawab.

Pembagian otoritas kerja harus berlatarbelakang pada pengalaman individu, pendidikan, dan kemampuan.

10. Tata tertib

Anggota organisasi harus bekerja secara tertata dan tertib. Hal tersebut akan mempengaruhi hasil kinerja. Bahkan dengan kebiasan ini, jika suatu waktu mereka bekerja dalam tekanan yang lebih tinggi, mereka akan tetap dapat menghasilkan output yang organisasi harapkan.

11. Keadilan

Poin ini akan selaras dengan wewenang dan tanggung jawab serta kompensasi yang adil. Organisasi harus menjungjung tinggi keadilan tiap anggotanya.

Manajer sebagai pihak yang mengawasi kinerja para anggota harus adil dalam memperlakukan mereka dan tidak memihak. Sehingga manajer harus menyingkirkan masalah pribadi dalam memperlakukan para anggotanya.

Baca Juga:  Manajemen Operasional : Pengertian, Tujuan, Karakteristik dan Prinsip

12. Stabilitas masa jabatan anggota

Kemampuan seseorang untuk memproses pekerjaan akan selalu beriringan dengan masa pengalaman kerjanya pada bidang tertentu.

Selain itu, organisasi akan mengeluarkan biaya yang lumayan besar jika harus selalu melakukan pergantian orang daripada membiarkan seseorang untuk beradaptasi dan mengembangkan pengalamannya.

Oleh karena itu, hasil kinerja anggota akan berbanding lurus dengan masa jabatan dan jenjang karir yang organisasi berikan.

13. Inisiatif

Seluruh anggota organisasi, harus memiliki sifat yang inisiatif. Artinya, mereka harus dapat mengemukakan pendapat yang berguna bagi organisasi.

Tentunya, tiap anggota organisasi pun harus menerima, menghargai dan mengevaluasi ide yang muncul. Terlebih, jika inisiatif yang muncul adalah sesuatu yang memberikan nilai manfaat bagi organisasi. Dengan sikap yang menghargai, pemberi inisiatif dan penerima inisiatif akan mendapatkan kepuasan serta manfaat yang setimpal.

Anggota organisasi harus inisiatif dan memiliki semangat kesatuan
Gambar 6. Anggota organisasi harus inisiatif dan memiliki semangat kesatuan

14. Semangat kesatuan

Esprit de Corps atau semangat kesatuan, harus dimiliki oleh seluruh anggota organisasi. Hal ini akan menumbuhkan semangat dalam bekerja dan ikatan dalam persaudaraan.

Semangat kesatuan ini muncul ketika anggota organisasi memahami bahwa tiap pekerja akan saling terikat dan selalu membutuhkan.

Oleh karena itu, manajer sebagai seorang pemimpin harus bisa memunculkan nilai semangat kesatuan ini. Dan jika seorang manajer tidak mampu melakukannya, akan muncul resiko perpecahan dalam organisasi.

Aktivitas Industri Menurut Henry Fayol

Fayol mengidentifikasi enam kegiatan utama dari setiap organisasi industri atau bisnis:

  1. Teknis (produksi dan manufaktur)
  2. Komersial (membeli, menjual, dan menukar)
  3. Keuangan (mencari penggunaan modal yang optimal)
  4. Keamanan (menjaga properti dan manusia)
  5. Akuntansi (termasuk statistik)
  6. Manajerial.

Fayol secara khusus menekankan pada identifikasi ke-enam yang ia curahkan pada isi sebagian besar bukunya (yang disebutkan sebelumnya) untuk aspek manajemen ini.

Dia menetapkan 5 fungsi manajerial;

  1. Perencanaan
  2. Pengorganisasian.
  3. Wibawa.
  4. Koordinasi.
  5. Mengontrol.

Kesimpulan – 14 Prinsip Manajemen Henry Fayol

Dalam menjalankan proses manajemen suatu organisasi, ada baiknya kita mengikuti prinsip-prinsip yang telah ada. hal ini untuk meminimalisir tingkat kegagalan dalam berorganisasi dan meningkatkan nilai efektifitas maupun efisiensi.

Acuan prinsip yang bisa kita jalankan antaranya adalah prinsip dari Henry Fayol yang merupakan pakar dari bidang manajemen.

Ia mengemukakan setidaknya 14 prinsip manajemen yang perlu organisasi terapkan dalam kehidupan berorganisasi.

22 Replies to “14 Prinsip Manajemen Henry Fayol Dalam Ilmu Manajemen

  1. Because the proglottids usually disintegrate while in the lumen of the small intestine, they are rarely seen in clinical specimens. doxycycline ear infection Primary mitochondrial diseases PMD are a group of rare genetic metabolic disorders characterized by the presence of malfunctioning mitochondria due defects in oxidative phosphorylation OXPHOS.

Leave a Reply

Your email address will not be published.