Manajemen Operasional : Pengertian, Tujuan, Karakteristik dan Prinsip | Anyabila

Manajemen Operasional : Pengertian, Tujuan, Karakteristik dan Prinsip

Dalam bisnis, kita perlu untuk memahami bagaimana proses terciptanya suatu output mulai dari pendatangan input hingga produk tersebut kita jual. Dalam memahami hal tersebut, kita perlu memahami bagaimana manajemen operasional bekerja. Ilmu manajemen ini juga yang membuat perusahaan tetap eksis dan mendatangkan laba keuntungan.

Hal tersebut karena, pengelolaan yang baik akan menghasilkan output yang lebih optimal.

Pengertian Manajemen Operasional

Manajemen operasional adalah perencanaan, pengorganisasian, dan proses pengawasan, atau pun proses perbaikan untuk meningkatkan profitabilitas/ keefektifan yang lebih tinggi yang mana harus mendukung tujuan perusahaan.

Menurut pakar J Heizer dan B Render, manajemen operasional adalah bentuk pengelolaan menyeluruh dan pengoptimalan pada aspek tenaga kerja, barang (bahan baku dan mesin), atau faktor produksi lain yang bisa dijadikan produk barang dan jasa yang biasa diperdagangkan.

Sehingga pada praktiknya perlu melalui proses analisis yang mendalam dan pengukuran proses yang pada akhirnya menghasilkan sebuah produk/ jasa. Oleh karena itu, manajemen operasional melibatkan pemanfaatan sumber daya seperti karyawan, bahan baku (Raw material), peralatan, dan teknologi.

Karena semua perusahaan melakukan kegiatan operasional, yaitu proses untuk membuat output yang optimal dari berbagai sumber input (bahan baku, SDM, dll), apakah itu memproduksi produk fisik atau menawarkan jasa, ada baiknya mengenal dasar-dasar mengelola operasional ini.

6 Tujuan Manajemen Operasional

manajemen operasional contohnya

Manajemen operasional mempelajari bagaimana penggunaan bahan baku dan memastikan sedikitnya waste. Manajer operasional menghitung kuantitas pesanan untuk menentukan kapan dan seberapa besar pesanan persediaan yang dapat terproses dan berapa banyak persediaan yang bisa tertampung yang nantinya akan didistribusikan kepada distributor/ pelanggan.

Berikut 6 tujuan manajemen operasional yang perlu kamu ketahui:

  1. Meningkatkan produktivitas perusahaan
  2. Memperbaiki efesiensi perusahaan
  3. Meningkatkan kualitas output perusahaan
  4. Mengurangi waktu proses produksi
  5. Mengurangi harga pokok produksi (HPP)
  6. Meningkatkan K3 di lingkungan operasional/ Meminimalisir resiko kerja

Meningkatkan produktivitas perusahaan

Dengan pengelolaan operasional yang baik, perusahaan dapat meningkatkan produktivitas outputnya. Hal tersebut karena, waktu proses panjang yang telah perusahaan terapkan sebelumnya telah berganti dengan waktu proses yang lebih pendek. Hal ini akan sangat membantu peningkatkan produktivitas.

Misalnya, sebelum mengaplikasikan manajemen operasional, perusahaan memiliki waktu proses produksi sebesar 50pcs/ jam untuk produk sepatu. Kemudian, setelah pengaplikasiian ilmu manajemen ini, waktu prosesnya menyempit menjadi 50pcs/ 0.5 jam atau 100pcs/ jam.

Usut punya usut, ternyata hal tersebut disebabkan oleh lay out ruang produksi yang tidak tersusun secara rapih. Misalnya ruang produksi berjauhan dengan ruang packing. Sehingga ada waktu proses pemindahan sepatu ke tempat packing yang menambah waktu proses.

Memperbaiki efesiensi perusahaan

Dengan manajemen operasional yang semakin baik, tentunya akan memiliki dampak positif terkait efisiensi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan akan gencar memanfaatkan seoptimal mungkin operasional yang mereka miliki.

Misalnya seperti contoh sebelumnya.

Efisiensi perusahaan akan terlihat dari biaya sumber daya manusia, biaya listrik, dan sewa gedung yang lebih mengecil.

Meningkatkan kualitas output perusahaan

Manajemen operasional bukan hanya mengenai output yang lebih banyak atau pun tingkat efisiensi saja. Akan tetapi, kualitas output pun akan semakin baik. Dengan pengelolaan yang benar, kualitas output akan ikut meningkat. Hal tersebut karena SDM (sumber daya manusia), mesin, hingga alokasi tata ruangan akan optimal penggunaannya.

Mengurangi waktu proses produksi

Dengan operasional yang baik, tentunya akan memangkas waktu produksi. Oleh karena itu, pengelolaan operasional akan berbanding lurus dengan efektifitas perusahaan dalam menghasilkan output.

Sama halnya dengan produksi sepatu yang meningkat 2x lipat. Maka waktu prosesnya pun berkurang hingga setengahnya. Itulah yang dimaksud mengurangi waktu proses produksi.

Mengurangi harga pokok produksi (HPP)

Pengelolaan operasional yang baik, bukan hanya meningkatkan nilai efisiensi tetapi akan berdampak langsung pada pengurangan harga pokok produksi. Tentunya hal ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. Perusahaan dapat menjual produknya lebih murah atau dapat mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

Meningkatkan K3 di lingkungan operasional/ Meminimalisir resiko kerja

Salah satu kegiatan manajemen operasional adalah mengefektifkan proses penghasilan output. Hal ini tentunya tidak akan mengesampingkan resiko pekerja, namun berlaku sebaliknya.

Dalam manajemen operasional, perusahaan akan berusaha untuk mengoptimalkan keefektifan proses kerja dengan menitikberatkan pada aspek K3 dan resiko kerja. Sehingga dalam pelaksanaannya, operasional akan melibatkan tim HSE atau healty safety environment.

Karakteristik Manajemen Operasional

Manajemen operasional memiliki 3 karakteristik, yaitu:

  1. Adanya manajemen operasional untuk menghasilkan barang dan jasa.
    Karakteristik dari manajemen operasional dapat terlihat dari tujuan utamanya yaitu untuk mengatur alur seluruh proses produksi agar output yang ada sesuai dengan yang konsumen inginkan serta meningkatkan pendapatan perusahaan.
  2. Adanya proses tranformasi.
    Dalam manajamen operasional terjadi proses tranformasi beberapa input menjadi output yang konsumen inginkan. Misalnya input tersebut adalah bahan baku seperti gula yang menjadi output yaitu sirup.
  3. Adanya mekanisme pengendalian dalam operasional produksi.
    Perlu adanya mekanisme yang menghasilkan output sesuai dengan yang konsumen inginkan, baik dari cara untuk mempertahankan kualitas produk, mekanisme untuk mengurangi limbah/ waste , dan meningkatkan penjualan. Sehingga, mekanisme pengendalian ini harus ada pada semua lini dan divisi yang terlibat dalam operasional

Manajemen operasional merupakan area fungsional multidisiplin di sebuah perusahaan, bersama dengan keuangan dan pemasaran. Yang mana kita harus memastikan bahan baku dan tenaga kerja, atau input lainnya menggunakan cara seefektif dan seefisien mungkin dalam proses produksi untuk menghasilkan output yang sesuai.

Manajer operasional harus mengetahui tentang kebijakan strategis perusahaan, perencanaan bahan baku dasar, sistem manufaktur dan produksi, prinsip produksi, pengendalian biaya dan analisa beserta penerapannya.

10 Prinsip Manajemen Operasional Menurut Randall Schaeffer

Randall Schaeffer adalah profesional manajemen produksi dan operasional yang berpengalaman. Beliau mempresentasikan daftar 10 prinsip manajemen operasional.

Inilah 10 prinsip manajemen operasional Randall Schraeffer yang perlu kamu ketahui :

  1. Kanyataan (Reality): Manajemen operasional harus berfokus pada masalah yang nyata adanya.
  2. Organisasi (Organization): Proses dalam manufaktur saling berhubungan. Semua elemen harus dapat terhubung dan konsisten untuk mencapai hasil yang sama dalam meningkatkan keuntungan perusahaan.
  3. Prisip (Fundamentals): Aturan Pareto juga berlaku untuk operasional: 80% keberhasilan berasal dari kepatuhan ketat terhadap pemeliharaan catatan dan disiplin, dan hanya 20% berasal dari penerapan teknik baru pada proses. Sehingga tiap divisi wajib mempunyai prinsip yang sama dengan perusahaan.
  4. Akuntabilitas (Accountability): Manajer harus menetapkan aturan dan menentukan tanggung jawab bawahan mereka, serta secara teratur memeriksa apakah tujuan tercapai.
  5. Variasi (Variance): Variasi proses harus dikembangkan, karena jika dikelola dengan baik, variasi tersebut dapat menjadi sumber alternatif proses.
  6. Hubungan sebab dan akibat (Casuality)
  7. Passion yang dikelola (Managed passion): Semangat karyawan dapat menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan dan semangat ini harus diterapkan oleh manajer atau pemimpin perusahaan.
  8. Kerendahan hati (Humility): Daripada melakukan percobaan yang memakan biaya dan kesalahan yang mahal, manajer harus mengetahui batas kemampuan proses.
  9. Keberhasilan (Success): Apa yang dianggap sukses akan berubah seiring waktu, akan tetapi tetap selalu mempertimbangkan minat pelanggan. Untuk mempertahankannya, semua prinsip/ aturan lain harus sesekali direvisi.
  10. Perubahan (Change): Akan selalu ada teori dan solusi baru, sehingga perusahaan perlu mengikuti perubahan untuk mempertahankan kemajuan perusahaan dalam jangka panjang.

Mengapa Hal Ini Penting ?

Jika dilakukan dengan dengan proses yang benar, manajemen operasional dapat menyebabkan efek baik terhadap perusahaan, yaitu:

  1. Output yang Lebih Baik – Manajer operasional harus mengoptimalkan dan meningkatkan proses yang berdampak besar pada produk atau layanan. Ini biasanya mengarah pada output yang lebih tinggi, tingkat cacat yang lebih rendah, biaya yang lebih rendah, dan sebagainya.
  2. Keunggulan Kompetitif – Output yang lebih baik mengarah pada produk atau layanan yang lebih baik. Ini memungkinkan perusahaan menonjol dari persaingan dan mendapatkan pelanggan baru.
  3. Laba Lebih Tinggi – Jika kedua hal diatas telah sukses dilakukan maka pada akhirnya akan meningkatkan laba perusahaan dan menghasilkan lebih banyak keuntungan.

Berikut 4 teori bagaimana cara mengelola operasional perusahan.

  1. Business Process Management
  2. Business Process Reengineering (BPR)
  3. SIX SIGMA
  4. Supply Chain Management (SCM/ manajemen rantai pasokan)

Tinggalkan Balasan