Strategi Lokasi Manajemen Operasional dan Faktor Yang Mempengaruhi | Anyabila

Strategi Lokasi Manajemen Operasional dan Faktor Yang Mempengaruhi

Dalam manajemen operasional, kita harus memperhatikan seluruh aspek terkait dengan aktivitas yang mendukung penghasilan output menjadi lebih efisien dan efektif. Salah satu faktor yang menentukan adalah strategi lokasi dalam manajemen operasional.

Lokasi akan sangat mempengaruhi terhadap nilai output, keuntungan, hingga K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Contohnya, lokasi perusahaan yang berada di daerah perkampungan akan memiliki kesulitan akses. Hal ini akan menaikan biaya pengiriman bahan baku dan bahan kemas atau memperlambat kedatangan dari bahan baku dan bakan kemas tersebut.

Lokasi pun akan berdampak pada gaji karyawan, pajak, biaya operasional dan biaya material input produksi.

Pada artikel ini, kita akan membahas lebih dalam mengenai strategi lokasi manajemen operasional

Pengertian Strategi Lokasi dalam Manajemen Operasional

Strategi lokasi adalah upaya-upaya yang perusahaan lakukan untuk meningkatkan nilai efektifitas dan efisiensi perusahaan berdasarkan tempat yang dipilih dalam menjalankan kegiatan operasional produksi.

Oleh sebabnya, strategi lokasi perusahaan lakukan ketika mereka akan mulai berbisnis, kapasitas produksi sudah melebihi batas kapasitas saat ini, adanya pertimbangan biaya upah & operasional, hingga karena sikap masyarakat setempat.

Keputusan strategi lokasi akan sangat bergantung pada jenis bisnis. Misalnya jika perusahaan manufaktur lebih baik pindah ke wilayah industry atau restoran pindah ke tempat yang lebih ramai.

Pengambilan keputusan akan berdasarkan manfaat terhadap bisnis itu sendiri seperti meminimalkan biaya dan meningkatkan keuntungan.

Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Strategi Lokasi Dalam Manajemen Operasional

Faktor pesaing pada penentuan strategi lokasi manajemen operasional

Keputusan dalam pengambilan strategi lokasi dalam manajemen operasional tidak akan sembarangan. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan strategi lokasi, yaitu:

  1. Biaya
  2. Produktivitas
  3. Keadaan politik
  4. Lingkungan
  5. Faktor pemasok
  6. Faktor Pesaing

Biaya

Perusahaan akan memperhitungankan seberapa besar biaya yang perlu mereka keluarkan jika berpindah ke lokasi baru, membuka cabang, atau tetap menetap di lokasi yang saat ini mereka tempati.

Tentunya, faktor biaya ini akan menjadi faktor utama yang mendorong perusahaan memutuskan untuk berpindah.

Jika faktor pendorong lainnya mendorong perusahaan untuk berpindah lokasi, tetapi biaya yang mereka miliki belum mencukupi maka perpindahan tersebut tidak dapat mereka lakukan atau perlu menunggu biaya terkumpul.

Dalam ilmu manajemen, biaya terbagi menjadi 2 jenis:

  1. Biaya berwujud, yaitu biaya yang dapat perusahaan lihat secara kasat mata atau teridentifikasi secara mudah seperti upah karyawan, biaya material, pajak tempat, hingga biaya penyusutan.
  2. Biaya tidak berwujud, yaitu biaya yang berhubungan dengan kualitas dan fasilitas seperti mudahnya transportasi, respon masyarakat, kualitas calon pekerja, dan cuaca.

Produktivitas

Jika dengan berpindah lokasi dapat meningkatkan produktivitas output perusahaan, maka perusahaan dapat memperhitungankannya.

Contohnya, produksi perusahaan A yang berlokasi di daerah Bogor memiliki nilai produktivitas 20 sepatu/jam. Sedangkan, perusahaan pesaing di Cibitung dengan mesin dan jumlah pekerja yang sama dapat menghasilkan 40 sepatu/jam. Sehingga perkiraan peningkatan produktivitas sebesar 2 kali lebih besar dari jumlah output produksi saat ini.

Perbedaan nilai produktivitas ini terpengaruhi oleh kualitas pekerja, lokasi, mesin, dan material pembuat.

Keadaan politik

Setiap daerah akan memiliki kebijakan yang berbeda berdasarkan peraturan daerah masing-masing.

Terkadang, keputusan ini dapat secara paksa membuat suatu perusahaan berpindah lokasi. Contohnya, jika pemerintah daerah mengeluarkan keputusan bahwa tidak boleh ada proses manufakturing di daerah kota bogor dan proses manufakturing hanya mereka sediakan di kawasan industri sentul. Maka, perusahaan harus secara terpaksa tunduk pada kebijakan tersebut.

Pada keadaan tersebut, perusahaan harus menyusun strategi untuk menentukan lokasi mana yang dapat menguntungkan untuk perusahaan. Apakah berpindah ke kawasan industri sentul atau ke daerah lainnya.

Lingkungan

Faktor ini akan erat pada kedekatan terhadap target pasar, iklim dan sikap masyarakat terhadap bisnis.

Agar bisnis berjalan dengan baik perusahaan akan memilih lokasi yang mudah menjangkau target pasar. Contohnya, restoran banyak yang berlokasi di pusat perbelanjaan dan perusahaan pemasok akan berusaha berdekatan dengan perusahaan yang ia pasok.

Sedangkan iklim yang buruk dapat berdampak buruk pada distribusi produk.

Bisnis pun harus melihat bagaimana tanggapan masyarakat sekitar. Jangan sampai, bisnis yang akan kita dirikan mempunyai konflik dengan masyarakat. Hal tersebut dapat membuat bisnis kita sulit mendapatkan akses, dijauhi, atau mendapatkan stigma negatif.

Faktor pemasok

Semakin mudah kita mendapatkan sumber material seperti bahan baku dan bahan kemas. Maka biaya yang perusahaan keluarkan dapat berkurang secara signifikan. Oleh sebabnya, banyak pelaku bisnis yang mendirikan perusahaannya di tempat yang mudah menjangkau sumber material.

Faktor Pesaing

Semakin banyak pesaing, maka target pasar akan mudah terpecah. Contohnya, ketika kamu membuka kedai kopi dengan potensial target pasar 100 orang/hari, namun setelah kamu ketahui bahwa ada 3 pesaing dekat bisnis yang kamu dirikan. Maka secara potensial kamu hanya bisa meraih 25 orang/hari. Tentunya, hal tersebut dapat kamu hindari jika kamu memiliki kopi yang lebih enak, kedai yang lebih nyaman, dan nilai merek yang lebih baik.

Lalu, bagaimana jika kamu tidak memiliki kelebihan diatas ? tentunya akan sangat sulit bukan untuk meraih pelanggan, bahkan dengan jumlah potensial 25 orang.

Oleh sebabnya, kita perlu lebih bijaksana dalam penentuan lokasi dan memahami nilai pemasaran dalam penentuan strategi lokasi.

Tinggalkan Balasan