Tahapan atau Cara Buat Laporan Keuangan Untuk Bisnis Anda | Anyabila

Tahapan atau Cara Buat Laporan Keuangan Untuk Bisnis Anda

Dalam menjalankan sebuah bisnis atau usaha, pasti tidak akan lepas dari yang namanya membuat laporan. Ini adalah hal penting untuk melihat perkembangan bisnis atau usaha yang sedang dijalankan, hingga mempermudah Anda dalam memberikan keputusan tepat, untuk keberlangsungan bisnis tersebut. Dalam membuat sebuah laporan keuangan, tentu ada tahapan atau urutan yang dibuat sesuai dengan aturan yang berlaku. Berikut ini adalah tahapan atau cara buat laporan keuangan, yang akan dibuat kelak.

Cara Buat Laporan Keuangan

Membuat jurnal umum / neraca saldo

Setidaknya ada 3 hal yang harus diperhatikan ketika membuat jurnal umum atau cara buat neraca saldo yaitu :

  • Jurnal umum

Jurnal umum sendiri adalah sebuah catatan harian yang dibuat berdasarkan semua jenis bukti adanya transaksi keuangan perusahaan atau bisnis, dalam periode tertentu.

Setidaknya ada 5 akun akan dibuat pada jurnal umum tersebut, yaitu aset, utang, modal, pendapatan, dan juga beban.

  • Jurnal khusus

Sebenarnya jurnal khusus sendiri, tidak wajib dilakukan, untuk bisnis atau usaha yang masih kecil, dan lebih diperuntukkan bagi bisnis atau usaha yang mempunyai transaksi cukup banyak.

  • Buku besar akuntansi

Atau yang dalam bahasa inggrisnya adalah General Ledger, berfungsi untuk mengumpulkan data transaksi historis yang ada pada jurnal umum dan juga jurnal khusus. Adapun cara mengerjakan neraca saldo ini adalah dengan memindahkan akun serta saldo akun yang ada pada jurnal umum dan khusus ke dalam buku besar. Umumnya memasukan posting buku besar untuk jurnal umum, akan dilakukan secara bertahap, untuk jurnal khusus biasanya dilakukan berdasarkan periode tertentu.

Jurnal penyesuaian

Jurnal penyesuaian tentunya dipergunakan dalam menyesuaikan pendapatan atau juga pengeluaran, dengan menggunakan sistem 1 periode tertentu. Umumnya kurun waktunya yang digunakan lebih dari 1 tahun. Dalam cara buat laporan keuangan berdasarkan jurnal penyesuaian ini, ada beberapa hal yang harus dicatat, antara lain :

  • Pemasukan dan pengeluaran di awal

Yang terdiri atas beban bayar di muka dan juga pencatatan pendapatan diterima di awal.

  • Pemasukan serta pengeluaran di akhir

Yang terdiri atas 5, yaitu :

  1. Piutang pendapatan
  2. Beban yang harus dibayar
  3. Penyusutan pada aktiva tetap
  4. Biaya penggunaan aneka perlengkapan
  5. Kerugian piutang

Neraca lajur

Neraca lajur sendiri termasuk dalam salah satu dari 7 laporan keuangan pemerintah yang digunakan. Laporan keuangan ini akan membantu Anda dalam mengelompokkan atau juga meringkas berbagai macam catatan yang telah dibuat di awal.

Sifat sebenarnya dari neraca lajur atau dalam bahasa Inggrisnya Worksheet ini memang tidak formal.  Selain itu juga bukan salah satu jenis laporan keuangan. Akan tetapi adanya laporan ini, akan memudahkan Anda ketika membuat laporan keuangan lainnya. Adapun kolom bagan pada neraca lajur sendiri, nantinya terdiri atas 6 jenis, neraca saldo, berikutnya ada penyesuaian, ada juga neraca saldo setelah penyesuaian, dan 2 kolom terakhir adalah neraca dan juga laba rugi.

Neraca lajur akan terdiri atas 6 kolom, yang terdiri atas :

  1. Nama akun
  2. Neraca saldo
  3. Jurnal penyesuaian
  4. Neraca saldo setelah penyesuaian
  5. Laba rugi
  6. Neraca

Adapun isi kolom, berisi catatan laporan keuangan awal yang telah dibuat sebelumnya. Untuk bagian neraca saldo setelah penyesuaian, akan diisi dengan pengurangan, penjumlahan, atau juga selisih nominal akun, yang ada di bagian neraca saldo serta jurnal penyesuaian.

Pada bagian laba rugi, Anda akan memindahkan seluruh saldo akun yang sebelumnya ada di bagian neraca saldo setelah penyesuaian. Akun yang dipindahkan kali ini adalah akun nominal, termasuk pendapatan serta semua akun beban.

Berikutnya pindahkan saldo yang ada di akun riil, pada bagian neraca saldo, ke bagian neraca. Akun riil sendiri, akun yang sifatnya nyata, serta termasuk semua akun, terkecuali akun pendapatan  dan juga akun beban.   

Laporan laba rugi

Pada laporan laba rugi ini termasuk ke dalam 5 jenis laporan keuangan yang wajib untuk dibuat dan diketahui umum. Dimana dalam laporan tersebut, akan berisi tentang pendapatan, pengeluaran operasional, biaya modal barang, laba bersih dan kotor yang diperoleh oleh sebuah perusahaan, bisnis atau juga usaha.

Sistem pelaporan laba rugi sendiri, dibagi jadi 2 format, yaitu :

  • Single step, yang menunjukkan 1 layanan pendapatan dan pengeluaran.
  • Multiple step, kebalikan dari single step, dengan isi formal yang lebih jelas dan komplek.   

Neraca keuangan / balance sheet

Adanya laporan neraca keuangan ini sangat penting, yang membuat pihak perusahan atau bisnis mudah dalam membaca berbagai macam biaya yang ada dalam sistem pelaporan laba rugi. Ini akan jadi cara membaca laporan keuangan penting, bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam bisnis tersebut, seperti para pemegang saham, kreditor, pemerintah atau yang lainnya, yang bertujuan dalam menentukan kebijakan.

Laporan arus kas

Laporan ini penting untuk keberlangsungan bisnis atau usaha Anda. Fungsinya untuk mengetahui  kondisi bisnis, apakah dalam kondisi menguntungkan atau merugi.

Dalam membuat laporan arus kas ini, Anda harus mempersiapkan :

  • 2 buah sumber data, yaitu laporan laba rugi periode yang sedang berjalan, serta neraca periode berjalan dan periode tahun sebelumnya.
  • Membandingkan laporan neraca periode berjalan dengan neraca sebelumnya.
  • Menyusun laporan arus kas.

Laporan perubahan modal

Laporan perubahan modal ini seringkali disebut dengan laporan keuangan mini. Mengingat dalam laporan tersebut, secara tidak langsung menginformasikan tentang peningkatan atau penurunan aktiva bersih dalam suatu periode tertentu. Ini juga yang nantinya jadi tolak ukur adanya perubahan modal bagi para pemegang saham.

Ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam cara membaca rasio keuangan yang satu ini, yaitu modal, penarikan uang modal perusahan / bisnis oleh pemilik bisnis, saldo laba rugi dan juga modal akhir.

Catatan laporan keuangan

Catatan laporan keuangan sendiri adalah rincian atas pencatatan dan juga pelaporan yang telah dilakukan sebelumnya. Cara menganalisis laporan keuangan sendiri bisa dilakukan dengan cara membaca laporan keuangan yang ada, mengingat laporan tersebut akan menyajikan informasi tambahan, tentang :

  • Laporan posisi keuangan  / neraca
  • Laporan laba rugi
  • Laporan perubahan modal
  • Laporan arus kas

Tentunya catatan seperti ini adalah bentuk dari tanggung jawab pihak manajemen perusahaan atau pengelola bisnis tersebut, pada pemilik perusahaan atau pemilik bisnis. Selain itu catatan laporan keuangan ini juga dapat ditujukan pada pihak-pihak luar, seperti perusahaan lain, calon investor atau juga pemerintah. Adanya laporan keuangan ini juga bisa jadi cara mengaudit laporan keuangan yang cukup efisien, karena semua data dan laporan yang dibutuhkan terbilang lengkap.

Jurnal penutup   

Jurnal penutup sendiri bisa disebut sebagai cara menghitung laporan keuangan yang paling akhir. Fungsinya untuk menampilkan dan menutup nilai saldo , jadi kembali nol di setiap akun sementara. Dalam hal ini akun pendapatan, beban, saldo laba rugi, dan prive akan kembali nol, sebelum memulai periode berikutnya.

Tinggalkan Balasan