Tujuan Pengorganisasian : Pengertian, Tahapan dan Manfaat | Anyabila

Tujuan Pengorganisasian : Pengertian, Tahapan dan Manfaat

Tujuan pengorganisasian adalah mengatur peran kerja tiap individu agar memiliki peran dan tanggung jawab yang sesuai. Pembagian peran dan tugas ini akan meningkatkan kinerja, pengalaman, dan keahlian tiap anggota agar dapat mengelola atau mengatur pekerjaannya dengan baik.

Dalam pengorganisasian, jika salah dalam penempatan peran tiap individu akan berdampak terhadap hasil output atau hasil kinerja. Oleh karena itu, pentingnya proses seleksi anggota sesuai dengan bidang kemampuannya dan mengetahui tantangan Sumber Daya Manusia.

5 Tujuan Pengorganisasian

5 Tujuan Pengorganisasian

Secara mendetail, terdapat 5 tujuan pengorganisasian, yaitu:

Mempermudah koordinasi

Semakin terkoordinasinya pembagian peran kerja, maka akan semakin efektif dan efisien pelaksanaan kerja. Sehingga, koordinasi biasanya diperlukan suatu organisasi ketika membagi kelompok kerja berdasarkan divisi. Koordinasi akan lebih mudah terlihat dengan membuat struktur atau bagan kinerja yang sesuai.

Bentuk pengawasan

Organisasi dapat menempatkan seorang manajer sebagai ketua kelompok dan pengawas kinerja setiap anggota pada divisi tersebut. Hal ini akan mempermudah pelaporan kinerja tiap divisi dan mempermudah organisasi mencapai tujuannya. Bayangkan jika setiap anggota perlu melaporkan kinerjanya ke manajemen tertinggi, hal tersebut tentunya akan sulit untuk dipahami. Berbeda jika ada manajer atau ketua kelompok yang memberikan ringkasan terkait kinerja dan output yang telah mereka hasilkan.

Mengoptimalkan keahlian individu

Dengan penempatan peran kerja yang sesuai, hal tersebut akan membantu seseorang untuk menjadi lebih ahli dalam pekerjaan tertentu atau lebih spesialis. Semakin spesialis seseorang, maka akan semakin berkualitas juga hasil outputnya.

Efisiensi biaya

Tentunya hal ini akan berdampak secara langsung. Dengan penempatan peran kerja yang sesuai, organisasi dapat menghemat pengeluaran biaya. Contohnya, si A akan lebih produktifitas menghasilkan roti daripada si B. A dapat menghasilkan 20 roti sehari, sedangkan B hanya 10 roti. Dengan penempatan peran yang sesuai, ketika organisasi ingin menghasilkan 20 roti perhari maka hanya perlu merekrut si A daripada merekrut dua orang seperti si B. Organisasi akan lebih menghemat dari biaya gaji, efektifitas, dan ruang.

Meningkatkan hubungan antar tiap anggota

Tujuan lain dari perorganisasian untuk meningkatkan hubungan antar anggotanya. Sehingga anggota organisasi tersebut dapat saling membantu, melengkapi satu sama lain, dan bahkan menghilangkan kejenuhan. Dalam pelaksanaannya, ketua kelompok atau manajer harus mampu mengadakan pendekatan sosial dan menumbuhkan rasa solidaritas anggotanya.

Untuk mengetahui bagaimana struktur sebuah organisasi dalam pemberian peran, kamu harus mempelajari 9 Jenis & Bentuk Struktur Organisasi Perusahaan Beserta Fungsinya.

Tahapan Pengorganisasian

Demi tercapainya tujuan pengorganisasian, maka akan melewati 4 tahapan pengorganisasian, yaitu:

  1. Tahap kreatifitas
  2. Pengarahan
  3. Delegasi
  4. Tahap koordinasi.

Manfaat Pengorganisasian

Berikut manfaat pengorganisasian, yaitu:

  1. Sebagai fasilitas koordinasi tiap anggota
  2. Dapat mengoptimalkan pembagian tugas anggota
  3. Tiap anggota dapat memahami apa yang ia lakukan
  4. Mengefektifkan pengawasan kinerja dan output
  5. Meningkatkan keahlian spesialis dari anggota organisasi
  6. Lebih menghemat biaya bagi organisasi
  7. Meningkatkan hubungan antar tiap anggota.

Tinggalkan Balasan